Bayangkan hidup dalam kebencian yang begitu dalam, hingga seseorang memutuskan untuk membuka pintu bagi kegelapan. Ini adalah kisah nyata Koko Leo, yang akarnya dimulai dari kepahitan melihat rumah tangga orang tuanya yang penuh pertikaian, jauh dari gambaran damai yang diharapkannya. Kebencian itu membawanya pada sebuah buku misterius tentang gereja setan, yang mengawali perjalanan gelapnya.
Dari sekadar membaca, Koko kemudian mempraktikkan ritual pemanggilan iblis. Ia bahkan bergabung dengan komunitasnya di Jakarta, merasa diterima dan memiliki “keluarga baru”. Yang mengejutkan, ia mengaku berhasil memanggil dan bertatap muka langsung dengan Lucifer, yang menampakkan diri dalam wujud yang terang dan menawan, menawarkan kekayaan serta janji penyertaan yang menggiurkan sambil merendahkan Tuhan.
Kehidupan Koko pun berubah. Ia merasa kuat, memiliki “backing”, namun sekaligus menjadi arogan dan emosional. Tugasnya meningkat: menyusup ke gereja-gereja untuk mengintimidasi dan menyesatkan. Namun, di balik semua itu, ada kegelisahan yang tak bisa dipadamkan.
Titik baliknya terjadi saat ia mengikuti sebuah retret pemulihan. Di sana, pergumulan batinnya memuncak. Dalam sebuah sesi pelepasan, terjadi pertarungan rohani yang dahsyat. Koko mengalami kerasukan, menyebut nama-nama iblis yang mengikatnya, termasuk Lucifer. Dalam keadaan terjebak, ia menyaksikan sebuah penglihatan yang mengubah segalanya: sebuah penjara gelap penuh iblis, dan Seorang yang bercahaya datang membebaskannya.
Bagaimana proses pelepasan penuh dramatis itu terjadi? Apa yang sebenarnya Koko lihat? Dan bagaimana akhirnya ia bisa benar-benar bebas dari teror komunitas gelap dan kuasa jahat yang terus membayanginya?
Penasaran dengan kelanjutan kisah transformasi yang luar biasa ini? Dengarkan langsung kesaksian lengkap dan perjuangan Koko Leo untuk meraih damai sejahtera sejati dalam video selengkapnya di bawah ini!
Butuh Doa, Konseling, atau Pendampingan?
Jika Anda sedang dalam pergumulan berat seputar keluarga, iman, pernikahan, atau masa lalu, jangan hadapi sendirian. Silakan hubungi nomor Layanan Doa CBN di bawah ini.
Sumber : Jawaban.com