Di tengah tahun yang diwarnai berbagai tantangan, dari bencana alam hingga dinamika sosial-ekonomi, muncul sebuah seruan khusus untuk merendahkan hati di hadapan Tuhan. Jaringan Doa Nasional (JDN) telah menyelenggarakan acara “Doa Bagi Bangsa” pada Jumat, 5 Desember 2025, pukul 10.00 WIB di SICC Hall A & B, Sentul City. Acara ini bukan sekadar pertemuan rohani biasa, melainkan sebuah gerakan khusus yang mengumpulkan inti dari Tubuh Kristus di Indonesia untuk berseru memohon kemurahan Tuhan.
Menanggapi situasi bangsa dan menyambut tahun 2026, acara ini diadakan sebagai wujud nyata dari 2 Tawarikh 7:14. Penasihat JDN, Pdt. Daniel Pandji, menjelaskan kekhususan acara ini. “Ini merupakan gerakan doa tubuh Kristus yang sudah jarang dilakukan dalam kebersamaan. Bukan big church, tapi the body of Christ,” ujarnya.
Beliau menekankan bahwa acara ini diselenggarakan sebagai respons atas berbagai tantangan yang dihadapi bangsa. “Untuk memasuki tahun 2026 kelihatannya ini so much destruction, great shaking is coming. Dan juga situasi yang hari ini kita lihat Indonesia tidak baik-baik saja. Bencana alam dan terlebih juga crash economy yang is coming. Jadi kita harus merendahkan diri di depan Tuhan,” papar Pdt. Daniel.
Yang membuat acara ini unik adalah format pertemuan yang sangat terfokus dan intim. JDN sengaja membatasi peserta hanya sekitar 500 orang yang diundang secara khusus. “Kita mengumpulkan hanya 500 orang saja. Dan kemungkinan ini bisa lebih, kita tidak mau 10 ribu orang. 500 selected people just to bow down before the Lord, to humble ourself. Seeking for the face, karena kita butuh kemurahan Tuhan. Makanya aku selected CBN Indonesia by invitation,” jelasnya.
Peserta yang diundang pun berasal dari berbagai wilayah, menunjukkan kesatuan Tubuh Kristus secara nasional. “Banyak, ini dari luar-luar kota juga. Dari banyak perkotaan hadir, dari Jawa Tengah, Jawa Timur juga hadir. Dari Jawa Barat pada hadir. Jadi kita memang kebersamaan ya,” tutup Pdt. Daniel.
Acara “Doa Bagi Bangsa” ini diproyeksikan menjadi sebuah mezbah doa yang khusyuk, di mana para hamba Tuhan dari berbagai daerah bersatu hati, merendahkan diri, dan berseru untuk pertolongan dan pemulihan bagi bangsa Indonesia.
Sumber : Jawaban.comIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!