Alami Damai Sukacita Saat Kehilangan Anak, Ini yang Dirasakan Ibu dari Timothy Anugerah
Sumber: Cahaya Bagi Negeri Youtube

Parenting / 28 November 2025

Kalangan Sendiri

Alami Damai Sukacita Saat Kehilangan Anak, Ini yang Dirasakan Ibu dari Timothy Anugerah

Aprita L Ekanaru Official Writer
2494

Sebagai orang tua, bayangan terburuk kita seringkali adalah menghadapi kehilangan buah hati. Rasanya dunia seakan runtuh, dan pertanyaan "mengapa?" bergema tanpa henti di dalam hati. Bagaimana mungkin seorang ibu bisa bertahan ketika anak yang dikasihi dipanggil Tuhan lebih dulu? Kisah Ibu Saron K. Yefta, atau yang akrab disapa Ibu Timi, ibu dari almarhum Timothy Anugerah, memberikan sebuah perspektif yang dalam dan mengharukan tentang merespon duka dengan iman. Perjalanannya bukan tentang menghindari kesedihan, tetapi tentang menemukan pegangan di tengah badai yang paling gelap.

 

BACA JUGA: Kehilangan Anak Sekaligus, Bagaimana Orang Tua Memproses Dukanya?

 

Seminggu sebelum kepergian Timi, Ibu Timi mengalami suatu pengalaman spiritual yang intens. Saat ia berdoa dengan penuh jiwa, ia mendapatkan sebuah penglihatan yang tidak biasa, seperti figur "grim reaper" berwarna putih. Saat itu, ia menafsirkannya terkait dengan jiwa-jiwa yang sedang ia doakan. Pengalaman ini kemudian menjadi bagian dari narasi yang lebih besar yang ia jalani.

Ketika saat yang ditakuti itu tiba dan ia berada di rumah sakit, hal mengejutkan terjadi. Alih-alih dilanda kepanikan dan amarah, ia justru merasakan "damai sejahtera Tuhan" yang begitu mendalam dan nyata. Damai sejahtera inilah yang menguatkan hatinya untuk menerima kenyataan pahit itu. Di titik itu, lahir sebuah keyakinan yang teguh di dalam hatinya:"Tuhan lebih sayang pada Timi." Keyakinan ini bukanlah sesuatu yang instan. Keyakinan ini lahir dari perjalanan hidupnya yang panjang bersama Tuhan, di mana ia telah mengalami pasang surut kehidupan dan menyaksikan mujizat-mujizat-Nya. Pengalaman-pengalaman inilah yang membentuknya untuk percaya, di saat yang paling sulit sekalipun, bahwa Tuhan tahu yang terbaik.

 

BACA JUGA: Benarkah Anak Nakal atau Ekspektasi Orang Tua yang Salah?

 

Meskipun hatinya hancur dan keesokan harinya ia merasa sesak oleh segudang pertanyaan, Ibu Timi memilih untuk tidak menyalahkan Tuhan atau mempertanyakan keputusan-Nya. Di sinilah kunci pemulihannya dimulai. Proses penyembuhan luka emosionalnya dibantu dengan langkah yang sangat berani: memaafkan dan mengikhlaskan. Dengan melepaskan Timi sepenuhnya ke dalam tangan Tuhan, ia justru merasakan suatu kelegaan yang luar biasa.

Kisah Ibu Timi mengajarkan kita bahwa iman bukanlah tameng dari kesedihan, tetapi sebuah jangkar yang menahan kita agar tidak terseret oleh gelombang duka. Iman memberinya kekuatan untuk melewati lembah kelam dengan tangan tergenggam dalam tangan Bapa yang ia percayai, sekalipun mata jasmaninya tidak mengerti. Dalam keheningan dan pelepasan, justru di situlah damai sejahtera-Nya berbicara paling nyata.

 

Butuh Doa, Konseling, atau Pendampingan?

Jika Anda sedang dalam pergumulan berat setelah kehilangan anak, jangan hadapi sendirian. Silakan hubungi nomor Layanan Doa CBN  di bawah ini.

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami