Arus teknologi dan budaya serba instan membawa anak-anak tumbuh dengan perasaan “tidak pernah cukup.” Tanpa disadari, orangtua pun bisa ikut terbawa arus ini.
Padahal, salah satu warisan rohani terpenting yang dapat kita tanamkan adalah hati yang bersyukur. Ulangan 6:7 mengingatkan kita untuk mengajar anak mengenal Tuhan dan salah satu caranya adalah membangun sikap syukur sejak dini di rumah.
Bersyukur bukan hanya soal mengucapkan terima kasih, melainkan cara pandang yang melihat setiap hal sebagai anugerah Tuhan. Ketika anak belajar menghargai hal sederhana, mereka tumbuh menjadi pribadi yang tidak mudah iri, tidak mudah mengeluh, dan lebih kuat menghadapi hidup.
Rumah pun menjadi tempat terbaik bagi mereka melihat syukur itu dihidupi secara nyata oleh orangtuanya. Karena itu, penting bagi kita untuk menerapkan lima pola asuh sederhana untuk mengajarkan anak hidup bersyukur:
1. Ceritakan Kisah Alkitab Tentang Tokoh yang Bersyukur di Tengah Kesulitan
Anak belajar banyak dari cerita. Di momen-momen tertentu, orangtua dapat menceritakan tokoh Alkitab yang tetap bersyukur meski menghadapi situasi sulit.
Misalnya Daud yang memuji Tuhan dalam pelarian, Daniel yang tetap berdoa meski terancam, atau Paulus yang bersyukur meskipun dipenjara.
Dari kisah-kisah ini, anak melihat bahwa rasa syukur bukanlah reaksi ketika keadaan baik, tetapi respon iman yang lahir dari kepercayaan kepada Tuhan.
2. Ajak Anak Menuliskan atau Menggambar Hal-Hal yang Mereka Syukuri
Orangtua dapat menyiapkan “papan syukur” atau buku kecil di rumah. Setiap minggu, ajak anak menulis atau menggambar hal-hal sederhana yang mereka syukuri.
Misalnya “Aku bersyukur akhirnya berani presentasi,” atau “Aku bersyukur Tuhan sembuhkan aku.”
Selain menyenangkan, aktivitas ini memabntu anak melihat betapa banyak kebaikan Tuhan yang sering mereka lewatkan.
3. Pakai Lagu-Lagu Bertema Syukur
Musik dapat memengaruhi suasana hati anak dengan cepat. Pilih lagu-lagu bertema ucapan syukur yang sederhana dan ceria. Lewat nyanyian bersama di pagi hari atau saat waktu keluarga, anak belajar bahwa bersyukur bisa dilakukan dengan hati yang gembira.
Lagu-lagu rohani sederhana adalah sarana efektif untuk mengisi pikiran anak dengan hal-hal yang baik dan memuji Tuhan.
4. Tunjukkan Teladan Hidup yang Bersyukur
Anak akan meniru apa yang mereka lihat di rumah lebih dari apa yang mereka dengar. Jika orangtua terbiasa mengucapkan “Puji Tuhan, hari ini berjalan lancar,” atau “Terima kasih ya Tuhan untuk makanan ini,” anak akan belajar bahwa syukur adalah bagian alami dari kehidupan sehari-hari.
Teladan yang dilakukan orangtua menjadi contoh yang paling kuat dalam membentuk karakter anak.
5. Biasakan Menutup Hari dengan Doa Syukur
Sebelum tidur, luangkan waktu singkat untuk berdoa bersama. Ajak anak menyebutkan satu hal yang mereka syukuri hari itu. Ucapkan dalam doa sederhana bersama-sama.
Kebiasaan kecil ini membantu anak menyadari bahwa Tuhan hadir dalam setiap bagian hidup mereka, dari hal besar hingga yang paling sederhana.
Mengajarkan anak untuk hidup bersyukur bukan tugas sekali selesai. Kita perlu menghidupi, mencontohkan, dan mengulangnya terus-menerus hingga menjadi gaya hidup.
Saat orangtua menanamkan nilai ini sejak dini, anak akan bertumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat, rendah hati, dan mudah melihat kebaikan Tuhan dalam segala keadaan.
Sumber : Berbagai sumber | Jawaban.com