Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan suhu panas yang melanda sejumlah wilayah Indonesia.
Meski cuaca panas masih terasa di siang hari, BMKG juga mengingatkan adanya potensi hujan dan cuaca ekstrem di beberapa daerah.
Kombinasi ini menandakan masa peralihan musim yang perlu diwaspadai masyarakat karena dapat berdampak pada kesehatan.
Panas Terik hingga 35°C di Sejumlah Kota
Melalui laman resminya, BMKG menjelaskan bahwa fenomena suhu panas terik terjadi akibat minimnya tutupan awan dan kuatnya radiasi matahari yang mencapai permukaan bumi.
Kondisi ini mendorong suhu udara naik hingga 34–36°C di beberapa kota seperti Pontianak, Mataram, Kupang, hingga Banjarmasin.
Namun, meski panas masih terasa, BMKG juga mencatat adanya potensi hujan ringan hingga lebat disertai petir di beberapa wilayah Indonesia bagian barat dan tengah.
Fenomena ini merupakan ciri khas masa pancaroba, di mana pola angin dan kelembaban udara berubah cepat.
Perubahan Cuaca Bisa Pengaruhi Kesehatan Tubuh
Kombinasi antara panas ekstrem dan hujan mendadak dapat membuat tubuh sulit beradaptasi. Saat suhu tinggi, tubuh kehilangan banyak cairan dan garam mineral melalui keringat.
Ketika hujan turun tiba-tiba, sistem imun bisa menurun karena perubahan suhu mendadak. Kondisi ini meningkatkan risiko seperti dehidrasi dan kelelahan panas (heat exhausted), flu dan infeksi saluran pernapasan, sakit kepala atau pusing akibat paparan sinar matahari langsung, hingga gangguan kulit karena keringat berlebih atau lembab saat hujan.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kesehatan dan menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca yang dinamis.
5 Tips Lindungi Kesehatan Anda di Tengah Peringatan Suhu Panas dan Hujan Ekstrem
1. Perbanyak Minum Air Putih
Saat cuaca panas, tubuh kehilangan cairan lebih cepat. Pastikan Anda minum minimal 2 liter air per hari untuk mencegah dehidrasi.
2. Gunakan Pakaian Nyaman dan Pelindung Diri
Pilih pakaian berwarna terang dan berbahan katun agar kulit tetap “bernapas”. Saat hujan, siapkan jas hujan atau payung agar tubuh tidak langsung terkena air dingin.
3. Batasi Aktivitas di Luar Ruangan Saat Siang Hari
BMKG mencatat suhu tertinggi terjadi antara pukul 11.00–15.00. Jika harus beraktivitas di luar, gunakan topi, kacamata hitam, dan oleskan tabir surya.
4. Jaga Asupan Nutrisi dan Istirahat Cukup
Perubahan cuaca bisa menurunkan imunitas. Konsumsi buah, sayur, dan makanan tinggi vitamin C agar daya tahan tubuh tetap prima.
5. Pantau Informasi Cuaca dari Sumber Resmi
Selalu cek pembaruan cuaca di situs resmi bmkg.go.id untuk mengetahui peringatan suhu panas, potensi hujan, dan risiko bencana hidrometeorologi di wilayah Anda.
Tetap Waspada, Tetap Sehat
BMKG menegaskan bahwa masa peralihan musim ini belum sepenuhnya stabil. Itu sebabnya, kewaspadaan terhadap peringatan suhu panas dan potensi hujan ekstrem ini sangat diperlukan.
Dengan menjaga pola hidup sehat dan rutin memantau informasi cuaca, masyarakat dapat tetap beraktivitas dengan aman di tengah perubahan iklim yang tak menentu.
Sumber : Berbagai Sumber