Di tengah gelombang krisis multidimensi yang melanda Indonesia, Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) hadir menegaskan peran profetisnya. Suara ini disampaikan secara lantang oleh Pimpinan PGI dalam Sidang Raya EKUMINDO yang berlangsung di Rotterdam, Belanda, pada 4–6 September 2025, yang dihadiri oleh berbagai mitra gerejawi internasional.
Ketua Umum PGI, Pdt. Jacklevyn Manuputty, dalam pidatonya menyoroti sejumlah gejolak sosial yang memprihatinkan. Ia mengangkat contoh kerusuhan yang dipicu oleh tewasnya seorang pengemudi ojek online dalam sebuah demonstrasi. Aksi yang awalnya damai itu berubah menjadi anarki, merusak fasilitas umum, dan menimbulkan korban jiwa. Namun, Pdt. Manuputty menegaskan bahwa kemarahan rakyat tidak lahir dari ruang hampa. Ini adalah akumulasi kekecewaan akibat PHK massal, kenaikan harga kebutuhan pokok, konflik agraria, korupsi, dan menguatnya otoritarianisme.
Atas dasar itu, PGI mendesak pemerintah untuk segera memulihkan ketertiban, menekan kesenjangan sosial, menghapus tunjangan berlebihan untuk pejabat, dan menindak tegas korupsi tanpa impunitas.
BACA JUGA: PGI dan GKI Sikapi Kericuhan Indonesia: Suarakan Keprihatinan dengan Damai
Lebih dari Sekadar Gejolak Sosial
Pdt. Manuputty juga memaparkan tiga bidang kritis lainnya yang membutuhkan perhatian serius dari gereja:
Apresiasi dari Gereja-Gereja Internasional
Peran PGI ini mendapat apresiasi tinggi dari para peserta sidang raya yang berasal dari berbagai organisasi gereja di Eropa. Mereka memandang PGI konsisten menyuarakan suara rakyat dan berani menyampaikan kritik membangun kepada pemerintah, tanpa kehilangan semangat kasih. Kerja sama antar-gereja di dalam naungan PGI, yang kini mencakup 105 gereja anggota, juga dinilai semakin kuat melalui berbagai program nyata.
Menutup paparannya, Pdt. Manuputty mengingatkan jemaat akan panggilan gereja yang hakiki. “Kasih kita kepada Indonesia bukanlah kasih yang buta, melainkan kasih yang kritis, berakar pada kasih Kristus,” tegasnya. Gereja harus tetap menjadi garam dan terang, pembawa damai, dan merespons setiap krisis dengan iman yang diwujudkan dalam tindakan nyata.
Dengan dukungan mitra internasional, PGI berharap dapat terus memperkuat solidaritas lintas batas, mengadvokasi keadilan, dan mendampingi masyarakat yang terluka. Ini adalah perjalanan bersama sebagai umat yang dipanggil untuk membawa kabar baik dan transformasi di tengah tantangan zaman.
BACA JUGA: Gerakan Nurani Bangsa Suarakan 8 Pesan untuk Bangkitkan Kembali Semangat Kebangsaan
Sumber : PGI.or.id