Didukung Gereja Global, PGI Tegaskan Panggilan Profetik di Tengah Gejolak Bangsa
Sumber: PGI.or.id

News / 9 September 2025

Kalangan Sendiri

Didukung Gereja Global, PGI Tegaskan Panggilan Profetik di Tengah Gejolak Bangsa

Aprita L Ekanaru Official Writer
4020

Di tengah gelombang krisis multidimensi yang melanda Indonesia, Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) hadir menegaskan peran profetisnya. Suara ini disampaikan secara lantang oleh Pimpinan PGI dalam Sidang Raya EKUMINDO yang berlangsung di Rotterdam, Belanda, pada 4–6 September 2025, yang dihadiri oleh berbagai mitra gerejawi internasional.

Ketua Umum PGI, Pdt. Jacklevyn Manuputty, dalam pidatonya menyoroti sejumlah gejolak sosial yang memprihatinkan. Ia mengangkat contoh kerusuhan yang dipicu oleh tewasnya seorang pengemudi ojek online dalam sebuah demonstrasi. Aksi yang awalnya damai itu berubah menjadi anarki, merusak fasilitas umum, dan menimbulkan korban jiwa. Namun, Pdt. Manuputty menegaskan bahwa kemarahan rakyat tidak lahir dari ruang hampa. Ini adalah akumulasi kekecewaan akibat PHK massal, kenaikan harga kebutuhan pokok, konflik agraria, korupsi, dan menguatnya otoritarianisme.

Atas dasar itu, PGI mendesak pemerintah untuk segera memulihkan ketertiban, menekan kesenjangan sosial, menghapus tunjangan berlebihan untuk pejabat, dan menindak tegas korupsi tanpa impunitas.

 

BACA JUGA: PGI dan GKI Sikapi Kericuhan Indonesia: Suarakan Keprihatinan dengan Damai

 

Lebih dari Sekadar Gejolak Sosial

Pdt. Manuputty juga memaparkan tiga bidang kritis lainnya yang membutuhkan perhatian serius dari gereja:

  • Krisis Demokrasi: Meski pemilu berjalan prosedural, demokrasi Indonesia dinilai masih jauh dari substansinya. PGI berkomitmen untuk memperkuat literasi politik warga dan advokasi masyarakat sipil.
  • Krisis Ekologi: Sebagai negara yang rentan bencana, Indonesia telah menderita kerugian besar akibat banjir dan perubahan iklim. PGI mendorong gereja-gereja untuk mengembangkan gerakan "gereja hijau" dan pusat penanggulangan bencana.
  • Krisis Keluarga: Data yang mengerikan dari Komnas Perempuan 2023 mencatat 284.741 kasus kekerasan berbasis gender, dengan mayoritas terjadi di ranah domestik. Angka perceraian juga tinggi, ditambah dengan tantangan jurang generasi akibat digitalisasi dan masalah kesehatan mental remaja. Selain itu, banyak sekolah Kristen yang kesulitan bertahan, mendorong PGI untuk berinovasi dan mengembangkan pendidikan vokasi.

 

Apresiasi dari Gereja-Gereja Internasional

Peran PGI ini mendapat apresiasi tinggi dari para peserta sidang raya yang berasal dari berbagai organisasi gereja di Eropa. Mereka memandang PGI konsisten menyuarakan suara rakyat dan berani menyampaikan kritik membangun kepada pemerintah, tanpa kehilangan semangat kasih. Kerja sama antar-gereja di dalam naungan PGI, yang kini mencakup 105 gereja anggota, juga dinilai semakin kuat melalui berbagai program nyata.

Menutup paparannya, Pdt. Manuputty mengingatkan jemaat akan panggilan gereja yang hakiki. “Kasih kita kepada Indonesia bukanlah kasih yang buta, melainkan kasih yang kritis, berakar pada kasih Kristus,” tegasnya. Gereja harus tetap menjadi garam dan terang, pembawa damai, dan merespons setiap krisis dengan iman yang diwujudkan dalam tindakan nyata.

Dengan dukungan mitra internasional, PGI berharap dapat terus memperkuat solidaritas lintas batas, mengadvokasi keadilan, dan mendampingi masyarakat yang terluka. Ini adalah perjalanan bersama sebagai umat yang dipanggil untuk membawa kabar baik dan transformasi di tengah tantangan zaman.

 

BACA JUGA: Gerakan Nurani Bangsa Suarakan 8 Pesan untuk Bangkitkan Kembali Semangat Kebangsaan

Sumber : PGI.or.id
Halaman :
1

Ikuti Kami