Hidup tidak selalu berjalan mulus. Terkadang, kita dihadapkan pada penderitaan, sakit penyakit, dan tantangan yang seolah tak berujung. Namun, di balik setiap kesulitan, ada rencana Tuhan yang jauh lebih besar. Kisah Ps. Asaf Imanuel adalah bukti nyata bahwa di tengah penderitaan, kita bisa menemukan kekuatan, pengharapan, dan tujuan hidup yang lebih dalam.
Ps. Asaf Imanuel, seorang gembala gereja di Kelapa Gading dan pemimpin lembaga misi Bible Indonesia, telah melalui berbagai cobaan kesehatan yang berat. Sejak kecil, ia mengalami kecelakaan lalu lintas yang hampir merenggut pendengarannya. Kemudian, pada tahun 2004, ia divonis memiliki tumor raksasa sebesar 29 cm di perutnya, membuatnya terlihat seperti sedang hamil. Tak berhenti di situ, ia juga harus berjuang melawan kanker paru stadium 3, serangan jantung, dan bahkan ancaman amputasi akibat penggumpalan darah di kaki.
Di tengah semua itu, satu hal yang membuatnya tetap kuat adalah keyakinannya bahwa "Tuhan tidak pernah membiarkan kita menderita tanpa tujuan."
Mengapa Orang Percaya Masih Menderita?
Banyak orang berpikir bahwa percaya kepada Tuhan berarti hidup akan bebas dari masalah. Namun, Ps. Asaf menegaskan bahwa penderitaan justru mengingatkan kita bahwa dunia ini bukan rumah kekal kita.
"Penderitaan mengingatkan kita bahwa kita adalah musafir yang sedang berjalan. Dunia ini bukan tujuan, melainkan persinggahan."
Ia juga menekankan bahwa ketika kita masih diberi kesempatan hidup, berarti tugas kita belum selesai. Tuhan masih mengerjakan sesuatu dalam diri kita, membentuk karakter, dan mempersiapkan kita untuk rencana-Nya yang lebih besar.
Kekuatan di Balik Kelemahan
Di saat-saat terberat, Ps. Asaf sempat merasa frustrasi dan bertanya kepada Tuhan, "Mengapa ini harus terjadi?" Namun, ia belajar bahwa marah dan kecewa kepada Tuhan adalah hal yang manusiawi, asalkan kita tidak berhenti di situ.
"Daud dan Musa pun pernah mengeluh kepada Tuhan. Yang penting, kita segera bangkit kembali dalam iman."
Ia menemukan kekuatan melalui dukungan keluarga, terutama istrinya yang setia mendampingi di setiap proses penyembuhannya. "Kalau saya melalui semua ini sendirian, mungkin saya sudah ambruk," akunya.
Mukjizat dalam Bentuk yang Tak Terduga
Meski pernah meminta mukjizat kesembuhan instan, Ps. Asaf akhirnya menyadari bahwa Tuhan juga bekerja melalui proses medis. Ketika kanker parunya hilang setelah operasi, ia semakin yakin bahwa kuasa Tuhan nyata, baik melalui cara alami maupun supranatural.
Pengalaman ini mengubah hidupnya. Ia meninggalkan karir duniawi dan memutuskan untuk melayani Tuhan sepenuh waktu. "Saya tidak punya mimpi lagi selain melakukan kehendak Tuhan dengan sisa hidup saya," katanya.
Hidup yang Berdampak, Bukan Sekadar Tampak
Ps. Asaf berpesan bahwa hidup ini bukan tentang seberapa terkenal atau kaya kita, melainkan tentang warisan apa yang kita tinggalkan.
"Saya tidak mau orang ingat nama saya, tapi saya ingin mereka ingat dampak yang Tuhan kerjakan melalui hidup saya."
Ia mengajak kita semua untuk hidup jujur, otentik, dan fokus pada hal-hal yang bernilai kekal.
Jika saat ini kamu sedang bergumul dengan penderitaan, ingatlah: kamu tidak sendirian. Tuhan selalu punya rencana indah di balik setiap pencobaan. Seperti Ps. Asaf, kita bisa belajar melihat setiap tantangan sebagai kesempatan untuk bertumbuh dan menjadi berkat bagi orang lain.
Ingin mendengar kisah lengkap Ps. Asaf Imanuel? Tonton videonya di Bawah ini sekarang dan temukan kekuatan baru di tengah pergumulanmu!
"Karena kasih karunia-Nya, kita tidak hanya diampuni, tetapi juga diubahkan." — Ps. Asaf Imanuel
Sumber : Solusi TVIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”