The Parenting Project Jadi Alarm yang Mengingatkan untuk Jadi Orang Tua yang Baik

Impact Story / 7 August 2025

The Parenting Project Jadi Alarm yang Mengingatkan untuk Jadi Orang Tua yang Baik
Sumber: Jawaban.com
Aprita L Ekanaru Official Writer
8079

Ibu Filly Londa, seorang ibu berusia 41 tahun asal Sulawesi yang kini tinggal di Jawa bersama suami dan kedua anaknya, berbagi pengalamannya bersama suami saat mengikuti program The Parenting Project.  Ia mengungkapkan perjalanannya menyadari pentingnya menjadi teladan dan memberikan waktu berkualitas bagi anak-anak.

Selama mengikuti modul pertama Parenting Project, Ibu Filly tersentuh dengan materi tentang keteladanan. "Teladan itu tidak gampang. Punya pengetahuan dan keterampilan saja tidak cukup dalam pola asuh," ujarnya. Ia juga menyadari bahwa kasih sayang tidak sekadar memberi materi, tetapi kehadiran dan komunikasi yang intens dengan anak.

Sebelumnya, ia kerap kali tanpa sadar menuntut anak tanpa memberikan contoh yang baik. "Saya sadar, hadir saja tidak cukup, harus benar-benar ada untuk mereka," tambahnya.

Salah satu tantangan terbesar Ibu Filly adalah perbedaan budaya. Dibesarkan di Sulawesi dengan kebiasaan berbicara lantang dan lugas, ia harus beradaptasi dengan budaya Jawa yang lebih halus. "Anak-anak sering protes, 'Mama, ngomongnya pelan saja, aku sudah dengar'," ceritanya.

Kebiasaan ini terbawa dari pola asuh orang tuanya dulu. "Saya sadar, emosi saya mudah terpancing karena terbiasa dengan komunikasi yang to-the-point," akunya. Namun, melalui modul parenting, ia belajar menahan diri dan mengubah caranya untuk berkomunikasi.

Meski perubahan tidak instan, Ibu Filly mulai merasakan dampaknya. Ia dan suaminya, kini lebih sering berkomunikasi dengan anak secara dua arah, seperti berbicara dengan teman. "Dulu saya merasa sebagai orang tua, anak harus menurut. Sekarang, saya belajar mendengarkan mereka," ujarnya.

Anak-anaknya, yang berusia 11 dan 7 tahun, mulai merespons lebih positif. "Mereka lebih nyaman bercerita, dan saya belajar menahan emosi," katanya. Salah satu perubahan signifikan adalah kebiasaan memanggil anak dengan sebutan "Kakak" atau "Adik" alih-alih langsung menyebut nama, seperti kebiasaan keluarganya dulu.

Ibu Filly mengibaratkan The Parenting Project sebagai alarm yang mengingatkannya untuk terus memperbaiki diri. "Modul ini membuka mata saya bahwa banyak hal harus diubah demi anak-anak," tuturnya.

Meski belum menyelesaikan semua modul, ia dan suami berkomitmen untuk terus belajar. "Kami ingin menjadi orang tua yang lebih baik, tidak hanya untuk anak-anak, tetapi juga untuk diri sendiri," pungkasnya.

Perjalanan Ibu Filly membuktikan bahwa menjadi orang tua adalah proses belajar tanpa henti. Dengan kesadaran dan upaya konsisten, perubahan kecil bisa membawa dampak besar bagi keluarga. Ia berharap semakin banyak orang tua terbantu melalui program seperti The Parenting Project.

"Tidak ada kata terlambat untuk belajar menjadi lebih baik," tutup Ibu Filly penuh haru.

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?