Benci Kristen, Ateis dan Kepahitan dengan Orang Tua, Patrick Effendy Bertobat Karena Ini?
Sumber: Cahaya Bagi Negeri Youtube

Milenial / 4 August 2025

Kalangan Sendiri

Benci Kristen, Ateis dan Kepahitan dengan Orang Tua, Patrick Effendy Bertobat Karena Ini?

Aprita L Ekanaru Official Writer
5483

"Dulu, aku benci sekali dengan gereja Kristen. Aku merasa mereka terlalu menghakimi dan memaksakan kebenaran mereka sendiri. Sampai akhirnya, aku memilih menjadi ateis..."

Begitulah pengakuan jujur Patrick Effendy, seorang yang pernah menyimpan kepahitan mendalam terhadap agama, gereja, bahkan keluarganya sendiri. Namun, perjalanan hidupnya membawanya pada titik di mana ia justru menemukan kedamaian dan pemulihan, bukan melalui kebencian, melainkan lewat pengampunan dan pemahaman.

Dalam sebuah percakapan mendalam, Patrick bercerita tentang bagaimana hubungannya yang hancur dengan sang ayah akhirnya dipulihkan. Meski hanya memiliki waktu empat bulan sebelum sang ayah meninggal, momen itu menjadi closure yang sangat berharga. "Aku sadar, selama ini aku marah karena hanya melihat dari sudut pandangku sendiri. Ketika akhirnya aku mendengar ceritanya, segalanya jadi berbeda," ungkapnya.

Lalu, apa yang mengubah hati seseorang yang dulunya anti dengan agama menjadi pribadi yang justru menemukan makna hidup melalui iman? Bagaimana peran komunitas dan mentor rohaninya dalam proses pemulihan itu? Dan yang paling penting, bagaimana kita bisa belajar memaafkan, terutama ketika luka itu datang dari orang terdekat?

Tonton video lengkapnya di bawah ini dan temukan pelajaran berharga tentang financial freedom, nilai keluarga, dan bagaimana menemukan relevansi dalam setiap ajaran hidup.

"Kadang, yang kita cari bukanlah kebenaran mutlak, tapi sekadar pengertian bahwa setiap orang punya cerita dan perjuangannya sendiri." — Patrick Effendy.

Sumber : Cahaya Bagi Negeri Youtube
Halaman :
1

Ikuti Kami