Gempa bumi dahsyat mengguncang wilayah pesisir Rusia pada Rabu (30/07) waktu setempat, memicu peringatan luas akan potensi tsunami, termasuk di Jepang.
Gempa berkekuatan 8,8 magnitudo ini terjadi di lepas pantai wilayah Kuril dan langsung mengguncang sistem siaga tsunami di berbagai negara sekitar Samudra Pasifik.
Getaran kuat dari gempa Rusia ini mengakibatkan gelombang tsunami yang tercatat telah sampai ke wilayah Hokkaido, Jepang utara.
Menurut Badan Meteorologi Jepang, tinggi gelombang mencapai 40 sentimeter. Meski belum ada laporan kerusakan besar, masyarakat tetap diminta untuk menjauhi pesisir dan tetap siaga terhadap gelombang susulan.
Pusat Peringatan Tsunami Nasional AS menyebut bahwa negara-negara seperti Alaska, Hawaii, Meksiko, Oregon, Filipina, dan Selandia Baru berada dalam jalur potensi dampak tsunami. Di beberapa wilayah, gelombang bisa mencapai lebih dari 1,5 meter.
Dave Snider, koordinator tsunami dari lembaga tersebut, menjelaskan, “Tsunami bukan hanya satu gelombang. Ini rangkaian gelombang kuat yang dapat berlangsung lama. Di laut dalam, kecepatannya bisa menyamai pesawat jet. Tapi saat mendekati pantai, gelombang mulai melambat dan bertumpuk, di situlah bahayanya.”
Menurut laporan dari CBN News, gempa Rusia ini disebut sebagai yang terkuat di wilayah Kamchatka sejak tahun 1952.
Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia menggambarkannya sebagai “kejadian unik”, karena pusat gempa sangat dekat dengan lokasi gempa sebelumnya yang terjadi pada 20 Juli lalu.
Meski pihak berwenang menyatakan situasi saat ini masih terkendali, masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas di wilayah pesisir dan mewaspadai potensi gempa susulan selama beberapa minggu ke depan.
Peristiwa ini juga mengingatkan kita pada tragedi tsunami Jepang tahun 2011 lalu, saat gempa besar memicu bencana nuklir yang mengubah arah sejarah Jepang.
Sebagai orang percaya, mari kita tidak hanya peduli pada berita bencana, tetapi juga menanggapinya dengan doa dan aksi kasih.
Mari doakan perlindungan dan ketenangan bagi semua keluarga yang tinggal di wilayah rawan bencana ini. Dunia mungkin tidak bisa menghindari gempa, tapi kita bisa membawa damai Tuhan ke tengah ketidakpastian.
Sumber : Berbagai SumberIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!