Kelompok pemberontak yang didukung ISIS menyerang sebuah gereja di timur laut Republik Demokratik Kongo (RDK) pada Minggu dini hari (27 Juni), menewaskan 38 jemaat yang sedang berdoa bersama. Lima orang lainnya juga dibunuh di desa terdekat, menurut laporan.
Serangan Mengerikan di Tempat Ibadah
Militan dari kelompok Pasukan Demokratik Sekutu (ADF) menyerang Paroki Anuarite yang Terberkati di desa Komanda, Provinsi Ituri, menggunakan senjata dan parang. Vatican News mengonfirmasi bahwa korban tewas termasuk 19 perempuan, 15 laki-laki, dan 9 anak-anak. Total 43 nyawa melayang dalam serangan ini.
ADF, kelompok Islamis yang awalnya berbasis di Uganda pada 1990-an, kini beroperasi di RDK dan telah berafiliasi dengan ISIS Provinsi Afrika Tengah. ISIS sendiri mengklaim tanggung jawab atas serangan ini melalui akun Telegram mereka.
Selain pembunuhan, para pemberontak juga menjarah dan membakar toko-toko serta bisnis di sekitar gereja. Beberapa warga bahkan diculik dan dibawa ke hutan, menurut Lossa Dhekana, seorang pemimpin masyarakat setempat.
Kecaman Internasional dan Dukungan untuk Korban
PBB melalui misi penjaga perdamaian Monusco menyatakan kemarahan atas serangan ini. "Serangan terarah terhadap warga sipil yang tak berdaya, apalagi di tempat ibadah, adalah pelanggaran berat hak asasi manusia dan hukum humaniter internasional," tegas Vivian van de Perre, Wakil Kepala Monusco.
Paus Fransiskus juga menyampaikan belasungkawa, berdoa agar "darah para martir ini menjadi benih perdamaian dan rekonsiliasi bagi rakyat Kongo."
Motif di Balik Pembantaian
Letnan Jules Ngongo, juru bicara militer RDK, menyatakan bahwa serangan ini adalah upaya ADF untuk "membalas dendam" dan mengalihkan perhatian dari operasi militer gabungan RDK-Uganda melawan mereka. Sejak 2021, Uganda telah membantu RDK memerangi ADF, yang telah melakukan berbagai kekerasan di wilayah timur Kongo.
ADF dikenal kejam terhadap umat Kristen. Pada Februari lalu, mereka membantai 70 orang di sebuah gereja di Provinsi Kivu Utara. Tahun 2019, kelompok ini secara resmi menyatakan kesetiaan kepada ISIS, meningkatkan ancaman bagi masyarakat sipil, terutama minoritas Kristen.
Serangan ini mengingatkan kita bahwa penganiayaan terhadap umat Kristen masih terjadi. Mari kita tetap berdoa dan terus memperjuangkan keadilan bagi mereka yang menderita demi iman.
Sumber : christianpost.comIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!