Namanya Yosefa Eirene Samperinding, tapi semua orang biasa memanggilnya Eirene. Usianya baru 9 tahun dan sekarang duduk di bangku kelas 4 SD.
Dari luar, Eirene tampak seperti anak perempuan pada umumnya yang ceria dan lembut. Tapi di balik senyumnya, dulu Eirene menyimpan banyak luka di hati.
Sedikit saja kecewa dengan temannya, Eirene akan diam, menangis, dan menjauh. Ia sangat sensitif sehingga mudah terluka dan seringkali menyimpan rasa sakit hati berlarut-larut.
Bahkan untuk berdoa pun rasanya berat. Hatinya penuh sesak, seolah tak ada ruang untuk menceritakan apa pun pada Tuhan.
Namun semua berubah ketika Eirene menonton salah satu tayangan Superbook tentang kisah Daniel di gua singa.
Melihat bagaimana Daniel tetap setia berdoa di tengah ancaman dan kesulitan, hati Eirene mulai tersentuh.
Daniel bukan hanya berdoa untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk orang lain. Dari sinilah Eirene tersadar, bahwa menyimpan sakit hati justru membuatnya tidak tenang.
Sejak itu, Eirene mulai kembali berdoa lagi dengan rutin.
Saat mamanya sakit, Eirene dengan berani memegang tangan mamanya dan berdoa. Ia juga mendoakan temannya yang tangannya patah dan kini temannya sudah sembuh total.
Bahkan saat ada teman yang mengejeknya jelek, Eirene tetap mendoakannya, bukan membalas.
Kini Eirene bukan lagi anak kecil yang mudah marah atau menyimpan dendam. Ia tumbuh menjadi anak yang suka berdoa, bahkan untuk orang-orang yang dulu menyakitinya.
Ia percaya, saat ia mendoakan orang lain, Tuhan juga memberkati dirinya. “Aku mau jadi seperti Daniel,” katanya, “setia, berani, dan selalu mengandalkan Tuhan.”
Ingin tahu lebih banyak tentang bagaimana tayangan Superbook bisa membentuk karakter anak menjadi lebih serupa Kristus? Kunjungi www.superbookindonesia.com
Sumber : Jawaban.comIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!