Gereja Protestan Indonesia di Papua (GPI Papua) Ebenhaezer, Kelapa Lima, Merauke, menjadi saksi sejarah gerejawi yang penting. Pada hari ini, dilaksanakan pelantikan resmi Panitia Pelaksana Sidang Majelis Pekerja Lengkap (MPL) Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) tahun 2026. Peristiwa ini menandai kembalinya GPI Papua dipercaya sebagai tuan rumah Sidang MPL PGI setelah sebelumnya menyelenggarakan acara serupa pada tahun 2013.
Ibadah pelantikan dipimpin oleh Sekretaris Umum PGI, Pdt. Darwin Darmawan, dan dihadiri oleh berbagai unsur gereja serta pemerintah. Turut hadir Ketua Panitia MPL 2026 yang juga Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Papua Selatan, S. Jambormias, Kepala Kantor MPS GPI Papua Wilayah Selatan Olvi Mandala, serta Ketua Klasis GPI Merauke, Pdt. V.N. Jelira.
Kepercayaan yang Langka dan Bermakna
Penunjukkan GPI Papua sebagai tuan rumah Sidang MPL PGI 2026 adalah sebuah kehormatan yang jarang terjadi. Biasanya, gereja-gereja anggota PGI menunggu puluhan tahun untuk mendapat giliran menjadi tuan rumah. Namun, dalam kurun waktu hanya 12 tahun, GPI Papua kembali dipercaya—sebuah bukti nyata kasih dan rencana Tuhan.
Sidang MPL PGI sendiri merupakan forum strategis bagi gereja-gereja anggota PGI untuk merefleksikan pelayanan dan mengambil keputusan penting bagi gereja di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, peran GPI Papua sebagai tuan rumah tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga spiritual.
Tanggung Jawab yang Lebih dari Sekadar Persiapan Fisik
Dalam khotbahnya, Pdt. Darwin Darmawan menegaskan bahwa menjadi tuan rumah Sidang MPL adalah anugerah sekaligus tanggung jawab besar. “Ini bukti kasih dan karya Tuhan. Dengan jumlah gereja yang begitu banyak di Indonesia, seharusnya perlu waktu lama untuk kembali mendapat giliran. Namun Tuhan punya rencana lain,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa panitia tidak hanya harus mempersiapkan logistik dan akomodasi bagi sekitar 350 peserta, tetapi juga menciptakan suasana ibadah yang kreatif, mengangkat kearifan lokal, dan mencerminkan nilai gereja yang ramah lingkungan. “Yang utama adalah pelayanan yang hangat dan suasana yang membangun secara rohani. Tidak perlu mewah, tapi harus tertib dan nyaman,” tambahnya.
Persiapan Dimulai dengan Doa dan Komitmen
Dengan pelantikan ini, panitia resmi memulai tugasnya untuk mempersiapkan Sidang MPL PGI 2026. Persiapan tidak hanya mencakup hal-hal teknis, tetapi juga doa dan komitmen bersama agar sidang ini menjadi berkat bagi gereja-gereja di Indonesia.
Kembalinya GPI Papua sebagai tuan rumah bukan sekadar kebetulan, melainkan bagian dari rencana Tuhan yang lebih besar. Melalui peristiwa ini, diharapkan gereja-gereja di Indonesia semakin dikuatkan dalam persekutuan dan pelayanan.
“Bagi manusia hal ini mustahil, tetapi bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.” (Matius 19:26).
Sumber : Jawaban.com