Wilayah selatan Pulau Jawa, termasuk Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), merupakan kawasan rawan bencana gempa bumi dan tsunami. Ancaman megathrust yang mengintai menjadi peringatan bagi semua pihak, termasuk gereja-gereja lokal, untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
Pada 26 Juni 2025, Gereja Kristen Jawa (GKJ) Madukismo di Bantul mengadakan Pelatihan Siaga Bencana Gempa dan Tsunami. Sebanyak 68 peserta dari 55 gereja di Gunung Kidul, Bantul, dan Kota Yogyakarta hadir dalam kegiatan ini. Pelatihan ini diselenggarakan oleh GKJ Madukismo bersama Jaringan Komunitas Kristen Penanggulangan Bencana Indonesia (Jakomkris PB Indonesia), dengan dukungan dari Tim Kemanusiaan CBN melalui Obor Berkat Indonesia dan Cahaya Bagi Negeri.
Membangun Gereja yang Tangguh
Pelatihan ini tidak sekadar memberikan pengetahuan dasar tentang mitigasi bencana, tetapi juga membekali peserta dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) darurat, simulasi evakuasi, serta pentingnya membentuk Tim Tanggap Darurat Gereja (TTDG) dan menyusun Rencana Tanggap Darurat Gereja (RTDG).
Tujuannya jelas untuk menjadikan gereja sebagai tempat yang aman dan siap menghadapi bencana. Dengan adanya TTDG dan RTDG, gereja-gereja di DIY diharapkan dapat bertindak cepat dan terorganisir jika bencana terjadi.
Gereja yang Peduli dan Sigap
Pelatihan ini bukan hanya tentang edukasi teknis, melainkan juga wujud nyata gereja yang peduli, sigap, dan siap menjadi terang di tengah krisis. Dalam situasi bencana, gereja tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat bantuan dan harapan bagi masyarakat sekitar.
Peserta diajak untuk memahami peran mereka sebagai agen keselamatan, baik secara rohani maupun fisik. Dengan bekal pengetahuan yang memadai, mereka diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam penanganan darurat, sekaligus membawa pesan pengharapan di tengah ketakutan.
Kesiapsiagaan bencana adalah tanggung jawab bersama. Anda juga bisa terlibat dalam membangun ketangguhan komunitas di wilayah rawan bencana. Dengan dukungan dari berbagai pihak, lebih banyak gereja dapat diperlengkapi untuk menyelamatkan jiwa dan memberi harapan saat bencana terjadi.
Mari bersatu dalam aksi nyata, karena bersama kita bisa membawa terang di tengah gelapnya bencana.
Sumber : Jawaban.comIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”