Anak Tantrum atau Sulit Diatur, Apa Alasan Dibaliknya?

Parenting / 10 January 2025

Anak Tantrum atau Sulit Diatur, Apa Alasan Dibaliknya?
Sumber: Jawaban.com
Puji Astuti Official Writer
9012

“Anak ini memang nakal sekali, sulit sekali diatur,” ujar seorang ibu dengan nada frustrasi ketika melihat anaknya terus-menerus mencari perhatian dengan berteriak atau membuat kekacauan.  

Sementara itu, seorang ayah dengan wajah letih berkomentar tentang anaknya, “Dia tidak pernah mau mendengarkan nasihatku, mungkin memang karakternya keras.”  

Tanpa disadari, label seperti ini sering diberikan kepada anak yang sebenarnya sedang berjuang dengan tangki emosinya yang kosong. 

Ketika seorang anak menunjukkan perilaku sulit, seperti sering marah atau tantrum, tidak mendengarkan, atau terlalu bergantung pada orang tua, itu bukan sekadar masalah “nakal” atau “sulit diatur”. Di balik perilaku tersebut, ada pesan tersembunyi: “Aku membutuhkan perhatianmu.” 

Apa Itu Tangki Emosi Anak? 

Tangki emosi adalah metafora untuk menggambarkan kebutuhan emosional anak yang harus dipenuhi melalui kasih sayang, perhatian, dan penghargaan. Ketika tangki emosi anak kosong, ia tidak mampu mengelola perasaannya dengan baik. Hal ini terlihat melalui perilaku sehari-hari yang sering kali dianggap "bermasalah". 

Apa ciri-ciri anak yang tangki emosinya kosong?  

1. Perilaku Negatif sebagai Sinyal 

Anak yang sering marah atau menunjukkan agresivitas bukan hanya "tidak tahu aturan". Sebaliknya, ini adalah jeritan halus yang mengatakan, "Aku butuh perhatianmu." Misalnya, anak yang terus-menerus mencari perhatian, bahkan dengan cara ekstrem, mungkin merasa tidak cukup diperhatikan. 

Ketika anak bertindak demikian, orang tua sering kali terpancing untuk menghukumnya. Namun, Alkitab mengingatkan kita dalam Efesus 6:4, "Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.." Hukuman yang hanya berfokus pada perilaku tanpa memahami akar emosinya bisa memperburuk situasi. 

BACA HALAMAN SELANJUTNYA >>>

Sumber : Jawaban.com | Puji Astuti
Halaman :
12Tampilkan Semua

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?