3 Tipe Orang Tua Digital, Anda Termasuk yang Mana?

Parenting / 2 December 2024

3 Tipe Orang Tua Digital, Anda Termasuk yang Mana?
Sumber: Canva.com
Aprita L Ekanaru Official Writer
7043

Mungkin Anda pernah bertanya-tanya: "Bagaimana cara membesarkan anak di tengah derasnya arus teknologi?"

Anak-anak yang lahir di era digital membawa tantangan tersendiri bagi kita sebagai orang tua. Di satu sisi, gadget bisa menjadi sarana hiburan dan edukasi. Namun di sisi lain, tanpa aturan yang jelas, penggunaan gadget yang berlebihan dapat menimbulkan risiko seperti adiksi dan gangguan kesehatan mental.

 

BACA JUGA: Anak Banyak Tanya? Jangan Lelah, Ini Kuncinya!

 

Berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), sebanyak 70% orang tua memberikan gadget kepada anak selama pandemi.

Ini menimbulkan dilema, membatasi gadget sepenuhnya, atau membiarkan anak bebas menggunakannya?

 

BACA JUGA: 7 Tips Jadi Orang Tua yang Mau Mendengar

 

Psikolog anak, Pritta Tyas, M.Psi, menyarankan pentingnya waktu berkualitas bagi anak untuk menunjang tumbuh kembangnya. Penggunaan gadget lebih dari 2 jam sehari, menurutnya, dapat mengurangi kesempatan anak untuk bersosialisasi dan bergerak.

Jadi, apa yang bisa kita lakukan?

 

Tiga Tipe Orang Tua Digital


Sebagai orang tua, kita dapat dikelompokkan menjadi tiga tipe berdasarkan cara kita mengelola penggunaan gadget pada anak.

1. Digital Limiter

Orang tua ini memilih untuk melarang total penggunaan gadget. Anak-anak mereka tidak diperbolehkan menonton TV atau menggunakan gadget, bahkan saat liburan. Mereka percaya bahwa gadget tidak memberikan manfaat signifikan bagi anak usia dini.

2. Digital Enabler

Tipe ini cenderung longgar dalam aturan. Ketika anak merengek atau konflik muncul, orang tua menyerah dan membiarkan anak menggunakan gadget tanpa batasan yang jelas.

 

BACA HALAMAN SELANJUTNYA>>

Sumber : Good Enough Parents | Jawaban.com
Halaman :
12Tampilkan Semua

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?