Kontroversi Imane Khelif, Petinju yang Diduga Transgender Berlaga di Olimpiade Paris 2024

News / 2 August 2024

Kontroversi Imane Khelif, Petinju yang Diduga Transgender Berlaga di Olimpiade Paris 2024
Sumber: CBN.com (AP Photo/John Locher)
Claudia Jessica Official Writer
4559

Imane Khelif, petinju Aljazair yang berlaga di Olimpiade Paris 2024 menjadi topik hangat setelah kemenangannya melawan petinju Italia, Angelina Carini pada Kamis (01/08/2024).

Imane Khelif dituding transgender setelah mengalahkan Carini dalam 46 detik di atas ring.

Pada laga 16 besar tinju wanita kelas 66 kg tersebut, Carini memilih untuk mengundurkan diri setelah mendapatkan pukulan keras yang menyebabkan hidungnya berdarah dan terluka parah.

"Hidung saya mulai berdarah sejak pukulan pertama," kata Carini yang dikutip dari AFP.

 

BACA JUGA: Olimpiade Paris 2024 Menerapkan Makanan Sehat untuk Para Atlet

 

Carini berlutut dan menangis tersedu-sedu setelah Khelif dinyatakan sebagai pemenang.

"Saya sering bertanding di tim nasional. Saya berlatih dengan saudara laki-laki saya. Saya selalu bertarung melawan pria, tetapi hari ini saya merasakan sakit yang terlalu hebat," lanjutnya.

Kemenangan kilat Khelif atas Carini lantas menyita perhatian dan menimbulkan kontroversi.

Petinju 25 tahun tersebut dituding sebagai transgender karena memiliki level testosteron yang tinggi dan parasnya yang terlihat lebih maskulin dari wanita lainnya.

Kontroversi ini kemudian membuat Komite Olimpiade Internasional (IOC) buka suara terkait tudingan terhadap Khelif yang dituding sebagai atlet transgender.

"Semua atlet yang tampil di turnamen tinju Olimpiade Paris 2024 telah mematuhi peraturan kelayakan dan pendaftaran kompetisi, serta semua peraturan medis yang ditetapkan oleh Unit Tinju Paris 2024," terang IOC.

 

BACA JUGA: Paus Fransiskus Serukan Gencatan Senjata Olimpiade 2024 Pada Negara yang Tengah Berperang

 

Pada kejuaraan dunia 2023 yang berlangsung di New Delhi, India, Khelif dan petinju asal Taiwan Lin Yu-Ting sempat didiskualifikasi oleh Asosiasi Tinju Internasional (IBA) yang menaungi kejuaran tersebut.

IBA menyebut bahwa Khelif dan Lin tidak memenuhi kriteria kelayakan untuk berpartisipasi dalam kompetisi putri. Khelif dilarang berlaga dalam partai final karena memiliki kromosom XY atau molekul DNA yang biasanya berada dalam tubuh pria.

Namun pada Olimpiade Paris 2024, Khelif dinyatakan layak untuk bertanding oleh IOC pada kompetisi putri setelah mencabut pengakuan IBA tahun lalu lantaran masalah yang terkair dengan tata kelola dan keuangan.

IOC mengambil alih olahraga tinju dari IBA dan menggunakan aturan yang ditetapkan pada Olimpiade sebelumnya.

Perizinan Khelif berlaga di Olimpiade Paris 2024 menimbulkan pro dan kontra. Sebagian orang berpendapat Khelif seharusnya tidak berlaga pada kompetisi putri karena memiliki kromosom XY.

 

BACA JUGA: Upacara Pembukaan Olimpiade 2024 Mendapatkan Kritikan Tajam

 

Di sisi lain berpendapat bahwa Khelif layak bertanding di Olimpiade karena memiliki kelainan medis hyperandrogenism atau wanita yang lahir dengan level testosteron tinggi.

KLIK DI SINI untuk baca kondisi kesehatan Imane Khelif.

Sumber : Berbagai Sumber
Halaman :
1

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?