Ketika mendengar kata "kolesterol tinggi", kita seringkali langsung mengaitkannya dengan masalah kesehatan orang dewasa. Tapi, tahukah Anda bahwa anak-anak juga bisa mengalami kolesterol tinggi? Ini adalah masalah serius yang perlu kita waspadai, karena dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke di masa depan.
Mengenali dan Memeriksa Kolesterol pada Anak
Kolesterol pada anak dapat dibagi menjadi dua jenis
kolesterol baik (HDL) dan kolesterol jahat (LDL). Anak-anak perlu mulai diperiksa kadar kolesterolnya sejak usia 9-11 tahun dan kemudian pada usia 17-21 tahun. Anak dengan faktor risiko seperti obesitas, diabetes, atau riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi perlu diperiksa sejak usia 2 tahun.
Cara Mengatasi Kolesterol Tinggi pada Anak
1. Batasi Makanan Tinggi Kolesterol
Kurangi makanan seperti keju, susu berlemak tinggi, kentang goreng, dan pizza. Gunakan bahan-bahan yang lebih sehat seperti minyak zaitun atau minyak kelapa.
2. Terapkan Pola Makan Sehat
Berikan makanan rendah lemak jenuh dan tinggi serat seperti oatmeal, roti gandum, kacang-kacangan, ikan, dan buah-buahan segar.
3. Ajak Anak Berolahraga Teratur
Aktivitas fisik seperti berenang, bersepeda, atau lari selama 60 menit setiap hari sangat penting untuk menjaga kesehatan jantung dan menurunkan kolesterol.
Mengatasi kolesterol tinggi pada anak memerlukan perubahan gaya hidup yang lebih sehat. Peran orang tua sangat krusial dalam menerapkan pola makan sehat dan mengajak anak untuk aktif bergerak. Jika diperlukan, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Jangan tunggu sampai terlambat, mulai sekarang jaga kesehatan anak Anda dari risiko kolesterol tinggi!
BACAAN TERKAIT:
Kemenkes Ungkap Kandungan Lemak dan Kolestrol pada Hewan Kurban
Berlebihan Mengonsumsi Makanan Berlemak, Waspada Kolestrol Naik Usai Lebaran
Sumber : Alodokter | Jawaban.com