Implan Chip Otak Elon Musk yang Rencananya Akan Diuji Coba ke Manusia Tuai Pro dan Kontra
Sumber: Koran-Jakarta

News / 10 July 2023

Kalangan Sendiri

Implan Chip Otak Elon Musk yang Rencananya Akan Diuji Coba ke Manusia Tuai Pro dan Kontra

Lori Official Writer
1367

Perusahaan perangkat medis yang menggembangkan implan microchip di otak atau yang disebut dengan Neuralink, secara mengejutkan telah mendapat persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) AS untuk memulai uji cobanya kepada manusia. Melalui uji coba ini, otak yang ditanam chip Neuralink akan membuat otak manusia terhubung secara langsung dengan perangkat digital atau BCI (Brain-Computer Link).

Atas persetujuan ini, perusahaan Neuralink yang didanai oleh Elon Musk, menilai bahwa ini adalah langkah pertama yang sangat menentukan. Sehingga langkah berikutnya pihak Elon Musk akan mulai melakukan proses perekrutan untuk uji coba kepada manusia.

 

Baca Juga: Menyingkap Fakta Munculnya Teknologi Chip Otak Neuralink Buatan Elon Musk

 

“Kami sangat senang membagikan bahwa kami telah menerima persetujuan FDA untuk meluncurkan uji coba neuralink kepada manusia pertama kami! Ini adalah hasil kerja luar biasa oleh tim Neuralink bekerja sama erat dengan FDA dan merupakan langkah penting pertama yang suatu hari akan memungkinkan teknologi kami membantu banyak orang. Proses perekrutan belum dibuka untuk uji coba kami. Kami akan mengumumkan informasi lebih lanjut tentang hal ini,” ungkap pihak Neuralink.

Chip seukuran koin ini dirancang bukan hanya untuk membaca aktivitas saraf tetapi juga menulis sinyal ke otak. Sementara Musk menyampaikan Neuralink berpotensi memulihkan penglihatan dan fungsi motorik untuk pasien cacat dan menawarkan kemampuan untuk mengontrol perangkat elektronik secara mental.

Musk memastikan calon responden yang akan menjalani uji coba ini memenuhi beberapa syarat diantaranya minimal berusia 18 tahun, tinggal di AS dan memiliki riwayat penyakit seperti quadriplegia dan paraplegia yaitu kelumpuhan bagian tubuh tertentu.

Langkah uji coba terhadap manusia ini sendiri diambil melalui uji coba yang dilakukan pada 2017 dan 2020 terhadap monyet ditemukan bahwa lebih dari separuh dari hewan tersebut meninggal karena mengalami pendarahan di bagian otak. Meski begitu Musk menegaskan jika tujuan dari uji coba ini adalah untuk melahirkan kecerdasan super digital.

Meski begitu ada beberapa pro kontra yang terkait uji coba neuralink dan juga dampak yang diperkirakan akan timbul bagi umat manusia, diantaranya:

Pro

Meningkatkan Kemampuan kognitif: Salah satu tujuan utama Neuralink adalah meningkatkan kecerdasan manusia dengan menghubungkan otak kita ke sistem kecerdasan buatan (AI). Ini bisa mengarah pada peningkatan memori, pembelajaran yang lebih cepat dan peningkatan kemampuan pemecahan masalah. 

Aplikasi medis: Neuralink memiliki potensi untuk merevolusi bidang medis. Itu bisa memungkinkan seseorang yang lumpuh bisa mengendalikan kaki palsunya serta memungkinkan orang yang diamputasi mendapatkan kembali keterampilan motorik alaminya. Mungkin juga menawarkan perawatan baru untuk kondisi seperti penyakit Parkinson, epilepsi, dan cedera tulang belakang yang terkoneksi secara langsung dengan sistem saraf.

Komunikasi dan aksesibilitas: Bayangkan sebuah dunia dimana setiap orang bisa berkomunikasi secara telepati atau mengontrol perangkat digital menggunakan pikiran mereka. Neuralink bertujuan untuk mempermudah mobilitas setiap orang.

Kemajuan penelitian: Pengembangan Neuralink dapat secara signifikan mempercepat pemahaman kita tentang otak manusia. Dengan mengamati dan menganalisis aktivitas saraf secara real-time, para ilmuwan dapat memperoleh wawasan yang tak ternilai tentang fungsi otak dan membuat penemuan dan psikologi, ilmu saraf dan kognitif.

 

Baca Juga: Elon Musk Sebut ‘Ada Kebijaksanaan Besar di Dalam Ajaran Yesus’

 

Kontra

Masalah etis dan privasi: Apakah Neuralink akan digunakan secara bertanggung jawab atau berpotensi menyebabkan kerugian terhadap individu tertentu, misalnya manipulasi pikiran. Ini adalah pertanyaan yang sangat logis ditanyakan tentang pemasangan chip neuralink di dalam otak manusia.

Kemungkinan risiko kesehatan jangka panjang: Menanam chip di dalam otak tentu saja akan menyebabkan risiko jangka panjang yang tak terduga, misalnya kerusakan jaringan saraf, infeksi otak, dan efek samping yang tak terduga. Untuk mengetahui efek samping dari pemasangan chip ini, tentunya dibutuhkan beragam studi dan pemahaman yang mendalam seputar neurologi medis.

Menimbulkan ketimpangan sosial: Mengingat teknologi canggih ini membutuhkan biaya yang cukup tinggi, bisa dipastikan jika risiko ke depan adalah munculnya ketimpangan sosial dan menyebabkan masyarakat terpinggirkan semakin tertinggal.

Dari pandangan-pandangan di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa uji coba neuralink terhadap manusia memang bisa menjadi potensi baik terhadap tatanan kehidupan manusia, seperti hadirnya teknologi canggih yang menjanjikan terhadap perawatan kesehatan, peningkatan komunikasi dan kognitif manusia. Namun hal itu juga disertai dengan banyak kekuatiran, termasuk implikasi etis, risiko kesehatan, aksesibilitas dan implikasi sosial. 

Dr. Travis Losey, Wakil Ketua Departemen Neurologi dan salah satu Direktur Pusat Epilepsi Komprehensif di Universitas Loma Linda di California Selatan, mengatakan dalam wawancaranya bersama The Christian Post di tahun 2021, dalam hal penggunaan neuralink terhadap manusia, tujuannya harus untuk menyembuhkan kondisi penyakit atau kelainan fisik seseorang. Ia menegaskan bahwa tidak ada panggilan yang lebih tinggi bagi orang-orang Kristen selain membantu orang-orang yang mengalami  beragam penyakit. Dan kita perlu memastikan jika teknologi neuralink digunakan dengan tepat.

Halaman :
1

Ikuti Kami