Aborsi dan Prinsip Dasar Kehidupan Menurut Alkitab
Sumber: SehatQ

Kata Alkitab / 21 May 2023

Kalangan Sendiri

Aborsi dan Prinsip Dasar Kehidupan Menurut Alkitab

Admin Spiritual Official Writer
12101

Alkitab adalah standar dari Tuhan yang tidak dapat diubah dimana seluruh kebenaran diukur. Walaupun aborsi tidak tercantum secara khusus dalam Alkitab, alasan-alasan dan prinsip-prinsip Tuhan meyakinkan kita mengenai sikap Tuhan sehubungan dengan aborsi.

 

Kekristenan Dalam Sebuah Dunia Sekuler

Selama beribu-ribu tahun, aborsi telah terjadi dalam berbagai bentuk, khususnya di antara orang-orang yang tidak mengenal Tuhan. Sebagian besar kultur nenek moyang mengijinkan atau mentoleransi aborsi. Sebagian kecil yang lain, termasuk nenek moyang orang-orang Babylonia menolak praktek aborsi. Begitu kuatnya penolakan atas aborsi tersebut, sehingga bagi mereka yang bersalah menggugurkan anak diharuskan menggendong anak mereka yang telah meninggal selama 3 hari 3 malam.

Sebutan aborsi yang pertama ada dalam sastra Yahudi pada tahun 300 sebelum masehi. Terdapat beberapa kaitan antara sastra Yahudi pada masa itu dengan aborsi pada saat ini. Tulisan-tulisan pada masa gereja mula-mula dan ahli sejarawan menyatakan bahwa sebagian besar orang-orang Kristen berdiri melawan praktek aborsi. Dari Clement of Alexandria (150-215 SM), Tertulian (160-240 SM), hingga Cyprian (200-258 SM) yang meninggal sebagai martir, adalah orang-orang Kristen penolak aborsi. Guna membela orang-orang Kristen dari tuduhan orang-orang Romawi bahwa mereka membunuh dan memakan anak-anak mereka untuk perjamuan kudus, Tertullian menyatakan : "Dalam kasus kita, pembunuhan dalam segala bentuknya terlarang. Kita tidak boleh menghancurkan kehidupan meskipun bara anak dalam kandungan... Sebab melenyapkan suatu kelahiran adalah... pembunuhan". Pada tahun 300 setelah Masehi, pemerintah Romawi mengeluarkan hukum-hukum yang menentang aborsi, besar kemungkinan karena pengaruh dari kekristenan yang telah menyebar luas.

 

Baca Juga: 5 Alasan Alkitabiah Kenapa Aborsi Itu Tindakan yang Salah

 

Pemimpin-pemimpin Kristen yang diketahui menentang aborsi adalah Basil, Jerome, Ambrose, Augustine dan Chrysostom. Basil, sebagai contoh, menulis: "Siapapun yang mengijinkan aborsi adalah pembunuh... siapapun yang memberikan obat untuk aborsi sama dengan menjadikan diri mereka pembunuh, begitu pula bagi yang menerima racun untuk membunuh janin."

Lebih jauh, sejarah Kristen menemukan baik Luther dan Calvin memberikan penjelasan, alasan Alkitab yang menentang aborsi. Alasan Calvin: "Janin, walaupun terbungkus dalam kandungan ibunya, ia telah menjadi manusia, dan adalah suatu kejahatan besar untuk merampas suatu kehidupan yang belum dimulai untuk dinikmati".

Jadi apa arti semua ini? Walaupun beberapa orang-orang Yahudi dan pemimpin-pemimpin Kristen dalam sejarah telah menolak aborsi bukan berarti mereka orang benar, tetapi mereka sedang berusaha taat pada sumber kebenaran Firman Tuhan. Dan itu sama bagi kita semua saat ini.

 

Apa Yang Dikatakan Alkitab

Berulang kali dalam Perjanjian Lama dan Baru, seorang wanita yang mengandung disebutkan, dia telah "hidup dengan anak". Apa yang dapat lebih memperjelas hal tersebut? Tidak dikatakan "dengan calon manusia" atau "dengan produk konsepsi", atau bahkan "dengan jaringan janin". Beberapa versi dalam Alkitab menggunakan kata mengandung, tetapi juga dalam kamus sekuler saya mendefinisikan mengandung sebagai "hidup dengan anak".

Untuk memperkuat kasus, kata "bayi" dalam bahasa Yunani adalah "brephos". Kata ini dalam Alkitab untuk mengartikan adanya seorang anak dalam kandungan (Lukas 1:41,44), untuk mengartikan seorang bayi yang baru lahir (Lukas 2:12,16), dan untuk mengartikan seorang anak kecil (II Timotius 3:15). Dengan kata lain, Tuhan tidak membedakan antara anak yang belum lahir dan anak yang baru lahir, didefinisikan bahwa mereka adalah anak-anak.

Tidak saja yang belum lahir dianggap sebagai anak-anak dalam Alkitab, mereka juga berlaku seperti anak-anak. ketika Ribka, istri Ishak, mengandung kembar, Alkitab mengatakan bahwa "anak-anak berjuang bersama-sama dengan dia..." (Kejadian 25:22).

 

Baca Juga: #KataAlkitab: Alkitab Punya Aturan Aborsi?

 

Setiap anak adalah sebuah karya Bapa, dibentuk segambar dengan Tuhan. Ayub mengatakan : "Dia yang membentuk aku dalam kandungan..... " (Ayub 31:15) dan Daud memuji Pencipta Kehidupan dengan mengatakan "Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku " (Mazmur 139:13). Alkitab tidak mengatakan bahwa calon Daud yang tinggal dalam kandungan, tetapi benar-benar Daud. Daud mengetahui kasih dan penyertaan Tuhan dalam setiap detil hidupnya untuk membentuk tubuhnya yang kecil, jadi Tuhan benar-benar terlibat dalam setiap pembentukan kehidupan baru di seluruh dunia.

Bahkan Tuhan memberi anak yang belum lahir dipenuhi Roh Kudus seperti Yohanes Pembaptis (Lukas 1:15). Ketika Maria mengandung, Yesus mendapat salam sepupunya yang sedang dikandung Elisabet. Bayi Elisabet (Yohanes Pembaptis) bersukacita dalam kandungannya (Lukas 1: 41,44)Yeremia "dikenal" oleh Tuhan sebelum dia lahir (Yeremia 1:5). Ini benar-benar bukan merupakan gumpalan-gumpalan protoplasma, tetapi manusia kecil, yang tumbuh dan dapat meresponi kehidupan di sekitar mereka.

 

Darah Yang Tidak Bersalah

Keluaran 20:13 memerintahkan, "Jangan membunuh" adalah sangat penting untuk membedakan antara pembunuhan atas orang yang bersalah dan yang tidak bersalah. Kata "Murder" mengandung arti mengambil kehidupan seseorang yang tidak melakukan kejahatan apapun yang senilai dengan kematian. Kata "Killing" mengandung arti mengambil kehidupan lain dan dapat dilakukan untuk membenarkan (seperti Daud membunuh Goliat).

Di dalam memahami kasih Tuhan terhadap anak-anak yang belum lahir, kita perlu melihat kemurnian anak-anak yang tidak bersalah ini. Beberapa orang membuat kesalahan dengan mengatakan, "Semua pembunuhan adalah salah", tetapi dengan memasukkan bayi yang baru lahir dalam kategori yang sama seperti para pembunuh tersebut, kita dapat dengan mudah menuduh Tuhan tidak adil. Jika pencuri yang disalib di kayu salib mengatakan tentang Yesus : ...kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak pernah berbuat sesuatu yang salah (Lukas 23:41). Jika seorang dewasa dapat bersalah, tentu saja anak yang belum lahir adalah yang paling tidak bersalah.

Tuhan tidak memberikan kesempatan untuk meragukan perasaan-Nya mengenai merampas kehidupan dari orang yang tidak bersalah : "... orang yang tidak bersalah dan orang yang benar tidak boleh kau bunuh, sebab Aku tidak akan membenarkan orang yang bersalah ". ( Keluaran 23:7 ) "... tidak menindas orang asing, yatim dan janda tidak menumpahkan darah orang yang tak bersalah.." (Yeremia 7:6). "Janganlah engkau menindas dan janganlah engkau memperlakukan orang asing, yatim dan janda dengan keras dan janganlah engkau menumpahkan darah orang yang tak bersalah" (Yeremia 22:3).

 

Baca Juga: Yesus Datang Untuk Orang Seperti Kim Seon Ho?

 

Alkitab berkata tentang orang-orang jahat, "...di tempat yang tersembunyi ia membunuh orang orang yang tidak bersalah". (Mazmur 10:8) "mereka bersekongkol melawan jiwa orang benar dan menyatakan fasik darah orang yang tidak bersalah ". ( Mazmur 94:21), dan juga "...ijinkan kami melenyapkan orang-orang yang tidak bersalah tanpa penyebab" (Amsal 1:11).

Keseriusan atas dosa aborsi dapat kita lihat atas rasa bersalah yang mengejar para pendosa yang belum menerima pengampunan Tuhan. Suatu studi selama 3 tahun terhadap kelompok pencegahan bunuh diri menunjukkan bahwa sepertiga dari seluruh pasien pernah melakukan aborsi. Tidak diragukan lagi bahwa pertanggungjawaban atas kematian seseorang yang tidak bersalah dapat membuat seseorang ingin mengambil kehidupan mereka sendiri. Seorang yang kejam melakukan bunuh diri setelah melihat kesalahannya. "Saya telah berdosa dengan mengkhianati darah yang tidak bersalah", namanya "Judas".

 

Bantahan-Bantahan

Perlawanan terbesar yang sering ditujukan kepada pembela kehidupan secara Alkitabiah adalah penafsiran dari Keluaran 21:22-25, "Apabila ada orang berkelahi dan seorang dari mereka tertumbuk kepada seorang perempuan yang sedang mengandung, sehingga keguguran kandungan, tetapi tidak mendapat kecelakaan yang membawa maut, maka pastilah ia didenda sebanyak yang dikenakan oleh suami perempuan itu kepadanya, dan ia harus membayarnya menurut putusan hakim. Tetapi jika perempuan itu mendapat kecelakaan yang membawa maut, maka engkau harus memberikan nyawa ganti nyawa, mata ganti mata dan lain-lain". Penantang dalam argumentasi ini menunjukkan bahwa jika seorang anak yang belum lahir telah dianggap sebagai seorang manusia, Tuhan akan menuntut "nyawa ganti nyawa", tetapi karena hanya sebuah denda sebagai pengganti, hal ini menyatakan bahwa wanita tersebut lebih penting daripada janin.

Ayat sebelumnya di dalam Alkitab mengatakan bahwa jika kamu secara tidak sengaja membunuh budakmu, kamu harus membayar denda. Apakah hal ini berarti bahwa para budak tersebut bukan benar-benar manusia? Jika kita meneliti lebih jauh di dalam Keluaran 21:22-25 sebenarnya adalah suatu kemurahan Tuhan untuk tidak menuntut "nyawa ganti nyawa" seperti yang muncul dalam kasus pembunuhan budak. Sebenarnya hal tersebut di atas memberikan arti bahwa wanita mengandung tersebut mengalami kesulitan untuk mencapai usia kandungan yang wajar karena terpukul, frase "mengalami keguguran" secara hurufiah berarti "anak-anaknya keluar" atau "Prematur". Tidak ada sesuatupun yang menyatakan bahwa bayi tersebut mati. Kenyataannya seorang anak bila meninggal pada umumnya mengakibatkan "luka" batin pada sang ibu.

Jadi secara lebih sederhana, jika dua pria berkelahi lalu secara tidak sengaja memukul seorang wanita yang mengandung, dan mengakibatkan dia melahirkan anaknya prematur, yang ada hanya denda. Tetapi bila anak tersebut mati atau si ibu menderita luka lebih jauh, hukumannya adalah nyawa ganti nyawa, mata ganti mata dan gigi ganti gigi. Pengertian ini sebenarnya mendasari komitmen Tuhan terhadap hak-hak dari anak yang belum lahir begitu pula pada ibunya. Tuhan menghargai mereka secara seimbang.

Bantahan lain atas kehidupan secara Alkitabiah adalah argumentasi bahwa Adam tidak mempunyai nyawa hingga Tuhan meniupkan nafas kehidupan padanya (Kejadian 2:7). Dengan pendapat bahwa seorang bayi belum bernafas sampai dia lahir maka bayi tersebut dapat diaborsi tanpa konsekuensi.

Pertama-tama, Adam belum hidup sampai Tuhan meniupkan nafas hidup. Tetapi di pihak lain, sebagaimana yang kita lihat, anak dalam kandungan, telah benar-benar hidup. Kedua, bukanlah nafas "oksigen" yang membawa Adam pada kehidupan dan memberinya nyawa, tetapi nafas kehidupan itu sendiri yang dari Tuhan. Anak yang belum lahir telah hidup dan tergantung pada oksigen yang dia peroleh melalui plasenta dari ibunya. Ketika anak tersebut lahir, dia mulai menghirup oksigen secara langsung dari atmosfer. Jika seorang anak dianggap tidak bernyawa sebelum menghirup nafasnya yang pertama, apakah hal tersebut berarti ia boleh dilenyapkan begitu saja sebelum ia bernafas?

 

Baca Juga: Leny Maharani: Halalkan Segala Cara Demi Kasih Sayang

 

Tahu Tidaklah Cukup

Sebagai orang Kristen kita adalah pelayan-pelayan dari kemuliaan dan kebenaran Tuhan. Suatu hari kelak kita akan memberikan pertanggungjawaban pada Bapa Surgawi kita. Yesus mati agar kita beroleh pengetahuan akan kesalahan dosa, keindahan pengampunan dan penyembuhan, untuk memberikan pengertian yang jelas tentang kasih Tuhan terhadap umat manusia, termasuk janin-janin.

Adalah tugas kita untuk "menolong yang lemah dan membutuhkan", dan "melepaskan mereka dari tangan orang jahat" (Mazmur 82:4). Biarlah saya akhiri dengan ayat yang terakhir ini, dan biarlah Tuhan bersama Anda masing-masing untuk meneruskan perintah-perintah-Nya. "Bebaskan mereka yang diangkut untuk dibunuh, selamatkan orang yang terhuyung-huyung menuju tempat pemanjungan" (Amsal 24:11). 

Sumber : cbn.com
Halaman :
1

Ikuti Kami