Hindari Pemanis Non-gula Sebagai Pengganti Gula, Ini Kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)
Sumber: kontan.co.ic

Health / 19 May 2023

Kalangan Sendiri

Hindari Pemanis Non-gula Sebagai Pengganti Gula, Ini Kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)

Bella Tiurma Official Writer
1501

Berdasarkan informasi yang telah dirilis oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang pedoman baru penggunaan pemanis non-gula (NSS/Non-sugar Sweeteners) sebagai rekomendasi pengontrol berat badan atau mengurangi risiko penyakit tidak menular (PTM). 

Rekomendasi yang dijelaskan didasari dengan penelitian pada tinjauan sistematis dari data yang ada menunjukkan bahwa penggunaan pemanis non-gula tidak memberikan dampak dalam jangka panjang untuk mengurangi lemak pada tubuhorang dewasa maupun anak-anak. Serta menunjukkan adanya kemungkinan efek yang tidak diinginkan dari penggunaan jangka panjang pemanis non-gula, misalkan meningkatnya risiko diabetes tipe 2, kardiovaskular (gangguan pada jantung dan pembuluh darah), dan kemungkinan kematian pada orang dewasa.

Baca Juga : 8 Fakta Gula Stevia, Pemanis Nol Kalori yang Bisa Jadi Pengganti Gula, Aman Gak Ya?

Rekomendasi yang dikeluarkan WHO ini berlaku bagi untuk seluruh masyarakat, kecuali seseorang yang memiliki riwayat diabetes sebelumnya dengan mencakup seluruh pemanis non-nutrisi sintetis dan alami. Atau pemanis yang telah dimodiifikasi dan tidak dikategorikan sebagai gula yang ditemukan dalam makanan dan minuman. 

Pedoman yang dirilis oleh WHO mengenai pemanis non-gula sebagai bagian dari rangkaian pedoman diet sehat yang bertujuan untuk membentuk kebiasaan makan sehat seumur hidup, mengembangkan kualitas diet, dan mengurangi risiko PTMdi seluruh dunia. 

Oleh karena itu, setiap orang dapat belajar untuk mengurangi ketergantungan pada gula bebas dan pemanis non-gula. Seperti yang dikutip melalui laman CNN, menurut penuturan ahli diet, Lisa Drayer, setiap orang dapat menaklukan pecandu gula sejati dengan cara berikut ini: 

1. Membiasakan Selera Baru dengan Penggunaan Gula yang Sedikit 

Setiap orang dapat secara bertahap dalam proses mengurangi konsumsi gula pada makanan dan minumannya dengan menggantikan lebih banyak mengonsumsi lebih banyak protein dan makanan berserat tinggi. Sehingga dapat membantu setiap orang mengurangi keinginan untuk mengkonsumsi gula.

Baca Juga : Catat Ini Kalau Gak Mau Diabetes! “Nama-nama Samaran” Gula di Produk Kemasan

Menggantikan gula dengan protein dan makanan berserat tinggi akan memberikan dampak menghambatnya kenaikan gula darah jika seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula. 

2. Pemilihan Makanan yang Tidak Mengandung Gula Tambahan dan Minuman Manis 

Setiap orang dapat mengganti makanan yang tidak mengandung gula tambahan, seperti sereal gandum atau yogurt tanpa pemanis, serta menghapus nama-nama produk minuman manis termasuk minuman bersoda, minuman berenergi, minuman olahraga, dan minuman sari buah. Dimana setiap orang dapat menggantinya dengan mengonsumsi air mineral saja. 

Cara lain untuk mengganti minuman manis, setiap orang dapat menambahkan sedikit carnberry atau jus jeruk ke sparkling water (air soda), irisan buah untuk menambahkan rasa manis alami. 

3. Minum Kopi dan Teh dengan atau Tanpa Gula 

Tahapan dalam membiasakan pola hidup sehat dengan mengurangi secara bertahap penggunaan gula ketika mengkonsumsi kopi dan teh. Terutama perlu adanya kewaspadaan ketika setiap orang melakukan pemesanan kopi atau teh di kedai. Karena kopi latte yang terjual memiliki kemungkinan mengandung gula dengan kuantitas yang sama banyaknya dengan sekaleng soda.

Baca Juga : Biar Gak Diabetes, Batasi Konsumsi Gula Per Hari Hanya Sebanyak Ini…

4. Mengkonsumsi Buah sebagai Pencuci Mulut 

Seseorang dapat mengkonsumsi buah-buahan sebagai pencuci mulut yang berguna untuk menahan keinginan mengkonsumsi gula. Seperti memakan apel yang dipanggang bersamaan dengan kayu manis, buah beri, atau buah persik yang dipanggang. Hal ini dapat digunakan sebagai sarana pengganti pencuci mulut yang mengandung banyak gula, seperti kue, es krim, kue kering, atau makanan manis lainnya. 

5. Melakukan Pengecekan Tabel Nutrisi pada Makanan dan Minuman Kemasan 

Setiap makanan dan minuman kemasan biasanya akan mencantumkan jumlah dan jenis gula yang disampaikan melalui tabel pada bagian belakang kemasan. Dimana setiap orang harus berhati-hati dengan nama-nama pengganti gula tambahan pada makanan dan minuman kemasan. Karena semakin banyak gula tambahan pada makanan dan minuman, maka semakin besar pula jumlah gula tambahan dalam produk tersebut.

Sumber : www.who.int | edition.cnn.com
Halaman :
1

Ikuti Kami