7 Perenungan Alkitab Sebagai Refleksi Diri Menyambut Jumat Agung dan Paskah
Sumber: canva.com

Kata Alkitab / 5 April 2023

Kalangan Sendiri

7 Perenungan Alkitab Sebagai Refleksi Diri Menyambut Jumat Agung dan Paskah

Bella Tiurma Official Writer
1186

Jumat Agung dan Paskah merupakan satu rangkaian yang menggambarkan perjalanan Tuhan Yesus, yang diawali dari pengorbanan-Nya mati di kayu salib hingga kebangkitan-Nya dari antara orang mati. Pengorbanan-Nya, yang rela dicambuk, dipukuli, hingga disalib, menjadi bentuk kasih Yesus kepada umat-Nya. Dia rela meninggalkan segalanya demi menyelamatkan manusia berdosa yang dikasihi-Nya. 

Kematian Yesus di kayu salib bukanlah sesuatu yang terjadi sia-sia. Jalan sengsara dan kematian merupakan sesuatu yang dipilih sendiri oleh Yesus. Begitupun kebangkitan-Nya, kuasa Allah yang mampu mengalahkan maut dan menyelamatkan setiap orang percaya dari belenggu dosa. 

Momen yang pas untuk setiap orang dapat mengambil waktu merefleksikan diri sebagai bentuk rasa syukur kita atas pengorbanan dan keselamatan-Nya. Berikut 7 bahan perenungan Alkitab yang bisa kamu gunakan sebagai refleksi diri menyambut Jumat Agung dan Paskah. 

Baca Juga : 5 Cara Menjalin Hubungan yang Kokoh Dengan Tuhan

1. Berdoa Supaya Tidak Jatuh ke Dalam Pencobaan 

Lukas 22 : 40 “Setelah tiba di tempat itu Ia berkata kepada mereka: “Berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan” 

Setiap manusia pasti akan menghadapi masalah dan pencobaan dihidupnya. Namun, jika bukan dengan berdoa, setiap orang percyaa tidak dapat menghadapi setiap masalah dan pencobaan yang ada. Dengan berdoa setiap umat Kristiani dapat meminta pertolongan Allah untuk diberikan kekuatan. Seperti halnya yang dilakukan Yesus ketika dirinya berada di taman Getsemani, Ia menyerahkan dirinya kepada Bapa untuk menghadapi pencobaan di kayu salib.  

2. Mengampuni 

Sebelum Yesus disalibkan, semua orang menuntut Pontius Pilatus untuk menyalibkan Tuhan Yesus dan membebaskan Barabas seorang pembunuh. Dengan kuasa yang dimiliki, Yesus dapat menunjukkan kepada semua orang saat itu juga tetapi Ia tidak melakukan. Yesus menerimanya hingga Ia harus melewati hukuman cambuk, memikul salib, menggunakan mahkota duri, dan diolok-olok oleh setiap orang yang melihatnya.

Saat di kayu salib pun Yesus memohon kepada Allah untuk mengampuni orang-orang yang menyakitinya. Seperti yang tertulis di dalam Lukas 23 : 34 “Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya.”  

Dari ayat tersebut, sebagai bukti bahwa setiap umat Kristiani dapat mengampuni kesalahan-kesalahan orang lain sebesar apapun. 

3. Yesus telah mati dan bangkit kembali 

Pada mulanya Allah menciptakan manusia seturut dan segambar dengan-Nya, tentu dalam penciptaannya ini Allah memiliki rencana-Nya yang agung. Namun, manusia sendiri dapat menjadi lemah dengan melakukan perbuatan dosa. 

Perbuatan dosa yang dilakukan manusia berdampak pada hubungan manusia dengan Allah menjadi terputus. Tetapi kematian Tuhan Yesus di kayu salib sebagai bentuk kasih Allah sekaligus pengorbanan untuk menyelamatkan manusia.  

Manusia telah diselamatkan, inilah yang perlu diingat dan ditanam dalam diri agar selalu kuat dalam iman. 

“Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup” - Roma 14 : 9 

4. Rendah diri dan taat akan perintah Allah 

“Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.” - Filipi 2 : 8 

Dari ayat ini, kita tahu bahwa Yesus adalah anak Allah tetapi Ia mau merendahkan diriNya agar menjadi manusia. Bahkan dengan taat Ia mau menjalankan perintah Allah hingga rela mati di kayu salib. Sikap rendah diri Yesus dan mentaati segala perintah Allah dapat menjadi sebuah perenungan umat Kristiani untuk dapat menjadi pribadi yang rendah diri. 

Kerendahan diri ini mengajarkan setiap umat Kristen untuk tidak menjadi orang yang sombong atau berbesar hati. Selain itu, setiap orang percaya perlu taat dalam melakukan tanggung jawabnya di dunia. Meskipun kehidupan yang dilewati tidak mudah, dengan ketaatan yang dimiliki setiap orang percaya akan membuahkan hasil yang baik. 

5. Memikul “salib” sendiri 

Seperti Tuhan Yesus yang rela memikul salib ke bukit Golgota, begitupun setiap umat Kristiani yang perlu memikul “salib”nya sendiri, yang berarti setiap orang dapat memikul kesedihan, kekecewaan, dan segala pencobaan yang menyakitinya. Hal ini tertulis di dalam Lukas 9 : 23, “Kata-Nya kepada mereka semua: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku” 

Dalam menjalani kehidupan, setiap orang akan menghadapi sebuah permasalahan. Dengan kepercayaan dan mengikuti teladan-Nya, setiap orang percaya akan mendapatkan buah kemenangan. 

6. Pencobaan menghasilkan ketekunan 

Yakobus 1 : 2 – 4 berkata “Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai sesuatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.” 

Hal ini menunjukkan kepada setiap orang yang menemukan tantangan di dalam hidupnya, tentu tidak mudah untuk merasakan kebahagiaan di tengah pencobaan yang ada. Tetapi Tuhan Yesus mengajarkan kepada setiap umat Kristiani untuk tetap bersukacita disaat menghadapi pencobaan itu. 

Tuhan Yesus dapat melalui segala cobaan dunia sebelum akhirnya bangkit dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa. Dimana setiap umat Kristiani dipersiapkan menjadi pribadi yang kuat untuk dapat bertahan dan menghadapi segala cobaan dunia. 

7. Menyebarkan sukacita dan kemenangan 

Kebangkitan Tuhan Yesus merupakan tanda kemenangan yang harus disebarkan. Dimana dosa dan maut telah dikalahkan, dan digantikan dengan sebuah kemenangan yang penuh harapan. Hal inilah yang menjadikan setiap umat-Nya menyebarkan kabar sukacita dan kemenangan-Nya. Seperti yang tertulis dalam Matius 28 : 7 “Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu.” 

Inilah beberapa perenungan tentang Jumat Agung dan Paskah yang dapat mengingatkan setiap orang percaya akan pengorbanan dan kasih Yesus pada umat-Nya. Semoga Paskah tahun ini membawa kebaikan dan kebahagiaan bagi seluruh umat Kristiani.

Halaman :
1

Ikuti Kami