Marak Budaya Hookup, Orang Tua Perlu Ajarkan Hal Ini ke Anak Remaja
Sumber: sehatQ

Relationship / 1 December 2022

Kalangan Sendiri

Marak Budaya Hookup, Orang Tua Perlu Ajarkan Hal Ini ke Anak Remaja

Lori Official Writer
1210

Belakangan ini, istilah staycation banyak dikaitkan dengan hookup culture atau perilaku seksual yang bebas. Di tengah gaya hidup saat ini, perilaku hookup pun sudah dianggap wajar oleh anak-anak di kalangan remaja hingga anak muda.

Sebagian orang tua mungkin belum menyadari kemunculan dari trend ini. Dengan mengingat dampaknya yang begitu merugikan anak, orang tua perlu mengambil langkah antisipasi. Kehadiran orang tua sangat dibutuhkan anak sebagai sosok yang bisa membimbing dan mengarahkan supaya anak tidak salah langkah dengan ikut-ikutan trend dunia yang menyimpang.

Bimbing anak dengan beberapa langkah ini:

1. Ajarkan anak tentang kekudusan

Dunia sedang mengarahkan semua orang hidup dengan budaya sekularisme, yang bebas tanpa batas. Orang tua perlu mempelajari hal apa saja yang paling mempengaruhi anak. Salah satunya gadget dan kehidupan media sosial. 

Melalui sosial media, anak bisa melakukan apa saja. Termasuk mengkonsumsi beragam konten negatif. Semakin banyak menghabiskan waktu di dalam internet, semakin banyak nilai-nilai baik yang akan dirusak, termasuk pemahaman anak tentang kekudusan hidup.

Anak bahkan mengenal istilah hookup sendiri ketika sedang bermain di Instagram ataub Twitter. Kemudian anak membaca banyak informasi dan menonton pembahasan seputar hal itu di Youtube dan mulai merasa penasaran dengan istilah tersebut, lalu mulai mencobanya.

Supaya anak memiliki filter yang baik dalam menyaring informasi, orang tua perlu mengajarkan anak tentang fondasi dari kehidupan orang Kristen. Salah satunya adalah hidup menjaga kekudusan. Ajarkan bahwa seks adalah anugerah dari Tuhan. Tetapi Tuhan sendiri membuat ketetapan yang jelas tentang kapan setiap orang bisa menikmati seks dengan cara yang kudus. Yaitu setelah menikah dan diikat dalam hubungan suami istri. 

“Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu,sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.” (1 Petrus 1: 14-16)

“Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan, supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi isterimu sendiri dan hidup di dalam pengudusan dan penghormatan, bukan di dalam keinginan hawa nafsu, seperti yang dibuat oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah...” (1 Tesalonika 4: 3-4)

“Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.” (2 Timotius 2: 22)

 

Baca Juga: Komunikasi Keluarga yang Baik Bantu Anak Tak Ikut-ikutan Trend Dunia

 

2. Ajarkan remaja laki-laki Anda untuk menjadi laki-laki sejati

Anak laki-laki menjadi prioritas bagi orang tua. Ada banyak anak remaja laki-laki yang terjebak di dalam kehidupan seksual bebas tanpa sepengetahuan orang tua. 

Sebelum hal itu menimpa remaja laki-laki Anda, didiklah mereka menjadi anak laki-laki sejati. Dala artian, seorang anak memerlukan teladan dari sosok ayahnya. Ketika seorang ayah menunjukkan teladan yang baik terhadap istri dan wanita, maka anak bisa menirukan teladan tersebut dalam hidupnya. Sembari memberi teladan, orang tua tetap menanamkan nilai-nilai kebenaran firman Tuhan tentang tanggung jawab seorang laki-laki. 

Bentuk anak menjadi pribadi yang menghormati perempuan. Sehingga saat beranjak dewasa, dia memiliki prinsip yang kuat tentang hubungan yang kudus dengan lawan jenisnya. 

 

3. Ajarkan anak bahwa nilai mereka tidak ditentukan oleh gaya hidup mereka

Anak-anak di zaman ini mungkin cenderung mudah terbawa arus. Kebanyakan dari mereka bahkan percaya bahwa nilai mereka ditentukan dari seberapa kerennya gaya hidup mereka.

Jangan kaget jika banyak perempuan remaja dan dewasa muda memilih menggantungkan hidup kepada pria-pria beristri. Mereka bahkan akan merasa bangga jika mendapatkan orang yang mampu membiayai hidup mereka dengan baik.

Orang tua pasti akan kaget jika mendapati anak-anak perempuannya memilih untuk mencari validasi dengan mengejar trend dunia. Untuk mencegahnya, Anda bisa mulai memperkenalkan anak tentang identitas mereka di dalam Tuhan. 

 

Baca Juga: Anak Jadi Pelaku Bully, Haruskah Orang Tua Berikan Disiplin atau Hukuman?

 

Kehilangan identitas adalah awal penyebab dari generasi muda menyimpang dari nilai-nilai kebenaran firman Tuhan. Jadi, mulailah menjadi orang tua yang lebih baik bagi anak, dengan selalu ada untuk mereka, memberi jaminan masa depan yang lebih baik bagi mereka dan mendukung setiap proses yang dilalui anak.

Jika saat ini Anda sedang bergumul menghadapi anak yang tak lagi hidup di dalam kebenaran kasih Tuhan, Anda bisa menghubungi Layanan Doa dan Konseling CBN melalui kontak Whatsapp 0822 1500 2424 atau klik link doa ini https://bit.ly/InginDidoakan

 

Halaman :
1

Ikuti Kami