Kenapa Memberi dan Menerima Itu Baik Buat Kesehatan?
Sumber: merdeka

Health / 30 November 2022

Kalangan Sendiri

Kenapa Memberi dan Menerima Itu Baik Buat Kesehatan?

Lori Official Writer
734

Selama musim liburan ini, banyak dari kita akan terdorong untuk memberi. Saat Anda memberi dari dorongan hati, Anda pasti akan merasa sukacita.

Tapi bukan itu saja, rupanya punya banyak manfaat bagi kesehatan lho!

Berdasarkan temuan terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Brain Behavior and Immunity, memberi bantuan atau dukungan kepada orang-orang yang membutuhkan rupanya bermanfaat untuk mengurangi tingkat peradangan.

“Saya pikir tujuan utamanya (memberi) adalah mencoba berbelas kasih dan memiliki niat untuk mendukung orang lain. Kebersamaan itu penting, jadi jangan hanya mengandalkan orang lain untuk mendukung Anda,” ungkap Tao Jiang, penulis makalah dan kandidat doctoral dari Departemen Psikologi di Universitas Ohio.

 

Hubungan Antara Memberi, Menerima dan Peradangan

Hasil penelitian sebelumnya menemukan bahwa hubungan sosial yang positif bermanfaat bagi kesehatan masyarakat. Faktanya, penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang kurang memiliki lingkaran sosial mengalami 50% tingkat kematian, setara dengan merokok dan obesitas.

Sementara peradangan menjadi respon pertahanan sistem kekebalan tubuh terhadap rangsangan berbahaya, yang bertindak untuk menghilangkan rangsangan dan mempercepat proses penyembuhan. Rangsangan berbahaya ini bisa berupa respon terhadap cedera atau infeksi.

Tetapi selain dari dampak fisik, peradangan juga bisa disebabkan dari dampak psikososial seperti stress kronis. Stress ini bisa muncul dari beragam situasi seperti kurang dihormati, tidak diterima di kelompok tertentu, merasa tidak berharga dan tidak diakui di tengah lingkungan sosial. Saat seseorang dalam kondisi stress berat, kemungkinan hal itu akan berdampak pada kondisi kesehatan secara keseluruhan.

Untuk menghindari stress psikososial ini, kita dianjurkan untuk membangun hubungan sosial yang baik dengan orang lain. Lingkaran yang terdekat adalah hubungan dengan keluarga, teman dan pasangan.

Bagi sebagian orang, meningkatkan hubungan sosial dilakukan dengan menjadi sukarelawan dan membantu orang lain. Sementara sebagian lainnya melakukannya dengan menghabiskan sebagian besar waktunya dengan orang-orang terdekat seperti pasangan, teman maupun anggota keluarga yang lain. 

Para peneliti pun menyimpulkan bahwa saat seseorang memberikan lebih banyak dukungan yang positif kepada orang lain, maka tingkat stress dan peradangan mereka menjadi berkurang.

Namun bukan hanya itu, seseorang yang menerima dukungan juga terbukti mengalami dampak serupa. Dalam artian, kadar protein C-reaktif (CRP) dan peradangan yang dialami secara fisik jauh lebih rendah.

Jika Anda ingin merasa jauh lebih sehat, cobalah untuk melakukan lebih banyak kebaikan kepada orang lain. Di momen menjelang Natal ini adalah peluang yang baik bagi Anda untuk berbagi kebaikan dengan orang lain. Anda tertantang? Yuk mulai dengan memberkati generasi anak di Indonesia melalui pelayanan CBN.

 

DONASI

Sumber : verywellhealth.com
Halaman :
1

Ikuti Kami