Obat Jadi Penyebab Kematian Puluhan Anak Gambia, Indonesia Larang Obat Batuk Ini Beredar
Sumber: iStock

Health / 17 October 2022

Kalangan Sendiri

Obat Jadi Penyebab Kematian Puluhan Anak Gambia, Indonesia Larang Obat Batuk Ini Beredar

Lori Official Writer
2469

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melarang obat batuk produksi Maiden Pharmaceutics asal New Delhi beredar di pasaran. Keputusan ini menyusul kasus kematian 70 anak di kota Gambia, Afrika Barat. 

Obat ini diduga keras menjadi penyebab gagal ginjal misterius pada anak. Melalui hasil laboratorium terbukti jika empat produksi obat batuk dari Maiden Pharmaceutics yaitu Promethazine Oral Solution, Kofexmalin Baby Cough Syrup, Makoff Baby Cough Syrup, dan Magrip N Cold Syrup, berisi kandungan zat kimia dietilen glikol (DEG) dan etilen glikol (EG) yang melebihi ambang batas penggunaan. 

“Analisis laboratorium dari sampel masing-masing produk menegaskan bahwa mereka mengandung dietilen glikol dan etilen glikol sebagai kontaminan dalam jumlah yang tidak dapat diterima,” ungkap WHO.

Dua kandungan ini bersifat racun pada manusia. Jika dikonsumsi, keduanya bisa menyebabkan kematian. Gejala yang ditimbulkan berupa sakit perut, muntah, diare, sulit buang air kecil, sakit kepala, gangguan mental dan kerusakan pada ginjal hingga berujung pada kematian.

Dr. Allister Vale, MD dan Direktur National Poisons Information Service dari Birmingham, UK menuliskan dalam jurnal Science Direct bahwa dietilen glikol dan etilen glikol bisa menyebabkan koma, kejang, asidosis metabolik dan gagal ginjal.

 

Baca Juga: Obat Batuk Dan Flu Berbahaya Bagi Anak-Anak!!

 

Kasus serupa juga rupanya dialami oleh Indonesia, selama dua bulan terakhir sebanyak dua puluhan anak meninggal dunia dengan dugaan gagal ginjal. Gejala serupa seperti disebutkan oleh WHO juga ditemukan kepada sebagian pasien anak. Setelah melakukan pengawasan selama sepekan terakhir, BPOM Indonesia menyatakan bahwa keempat produk tersebut tidak terdaftar di Indonesia. 

Untuk itu BPOM mengingatkan supaya produk sirup obat untuk anak dan orang dewasa tidak boleh menggunakan kandungan DEG dan EG.

 

Tips Aman Pilih Obat Batuk Anak

BPOM (FDA) Amerika Serikat melarang pemberian obat batuk yang dijual bebas dipasaran kepada anak di bawah usia 2 tahun. Hal ini dikarenakan obat bisa menyebabkan efek samping yang serius dan berpotensi mengancam jiwa. 

Produksi obat batuk tanpa resep bisa sangat berbahaya bagi anak jika:

- Mengkonsumsi lebih dari dosis yang dianjurkan.

- Mengkonsumsi lebih dari satu produk obat dalam satu waktu.

Sebuah penelitian oleh American College of Chest Physicians mengungkapkan bahwa ada 4 jenis obat batuk yang tidak boleh diberikan kepada anak, diantaranya:

1. Obat batuk pasaran

2. Obat yang mengandung kodein atau pereda nyeri

3. Obat NSAID seperti Aspirin, ibuprofen dan naproxen sodium

4. Dekstrometorfan untuk anak di bawah 4 tahun

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Bahan kimia yang terdapat di dalam obat memang bisa sangat berbahaya bagi anak di bawah umur. Karena itu dianggap lebih aman untuk menggunakan bahan rumahan seperti:

1. Madu

Madu memiliki fungsi yang sama dengan Dekstrometorfan. Untuk anak usia di atas 12 bulan, madu bisa membantu meringankan batuk berat. Namun madu sangat dilarang untuk diberikan kepada anak usia di bawah 12 bulan.

Sangat disarankan untuk memberi hanya sekitar setengah hingga 1 sendok teh madu sebanyak 4 kali sehari. Caranya bisa langsung diteguk maupun dilarutkan di dalam air hangat.

 

2.  Pasang Humidifier 

Humidifier bisa membantu meredakan nafas. Dengan memasang humidifier saluran udara akan tetap lembab dan membantu meredakan hidung anak yang sedang tersumbat. 

BPOM merekomendasikan untuk tidak memakai humidier yang menghasilkan uap panas karena dapat menyebabkan pembengkakan pada saluran hidung sehingga membuat pernapasan tersumbat.

 

Baca Juga: Waspadai Gagal Ginjal Pada Anak, Kenali Gejala dan Cara Penanganan Ini

 

3.  Balsem Gosok

Anak-anak di atas 2 tahun mungkin akan mendapatkan manfaat dari balsam gosok saat batuk. Dengan kandungan menthol-nya, balsem bisa sangat membantu meredakan gejala batuk dan hidung yang tersumbat sehingga anak bisa tidur lebih nyenyak. Cara penggunaannya pun sangat mudah yaitu hanya dengan mengoleskan balsem gosok di area leher dan dada anak.

 

4. Minum Air Hangat

Saat batuk, anak sangat disarankan untuk minum air hangat yang cukup. Air hangat bisa membantu meredakan sakit tenggorokan. Karena itu pastikan untuk memberikan air hangat secara rutin untuk diminum anak selama batuk.

 

5. Air Jahe dan Kunyit

Air jahe juga bisa digunakan sebagai pereda batuk pada anak. Sajikan dengan mengiris jahe dan kunyit tipis-tipis. Lalu rebus dengan air secukupnya, setelah itu tambahkan sedikit madu dan berikan ke anak selagi hangat. Ramuan ini sangat ampuh untuk meredakan batuk secara alami pada anak. Namun perlu dicatat jika ramuan ini hanya bisa diberikan kepada anak di atas 2 tahun ya!

Tentu saja pengobatan alternatif ini bekerja dengan cara yang berbeda kepada masing-masing anak. Jika ternyata kondisi batuk anak semakin parah, segera bawa anak ke dokter terpercaya Anda.

Salam sehat dan Tuhan Yesus memberkati.

Sumber : Medicalnewstoday.com | Fda.gov
Halaman :
Tampilkan per Halaman

Ikuti Kami