Francis Chan Ajak Gereja Kembali Pada Fokus Utama Gereja Mula-mula Ini

News / 1 October 2022

Kalangan Sendiri

Francis Chan Ajak Gereja Kembali Pada Fokus Utama Gereja Mula-mula Ini

Lori Official Writer
392

Melalui sebuah podcast yang diputar di Theology in The Raw Preston Sprinkle, penginjil Asia Francis Chan mengajak gereja untuk kembali kepada fokus Gereja Mula-mula. 

Lebih jauh, Chan menyampaikan jika belakangan ini dia bahkan mendapatkan dorongan untuk kembali kepada kebiasaan Gereja Mula-mula untuk mendapatkan jawaban atas beragam isu teologis di masa ini. 

Dia juga menekankan jika ritual Perjamuan Kudus di Gereja Mula-mula menjadi hal yang esensi di dalam ibadah. Dia menegaskan jika jemaat gereja mula-mula fokus dengan ‘tubuh dan darah’ Yesus saat berkumpul dalam ibadah. Kesatuan gereja dibangun melalui tubuh dan darah Yesus yang mereka rayakan setiap kali berkumpul.

Sayangnya esensi Perjamuan Kudus ini bergeser sejak 500 tahun silam. Gereja-gereja mulai mengesampingkan ritual Perjamuan Kudus dan lebih fokus kepada pesan mimbar.

Elemen pemersatu tubuh Kristus yaitu Perjamuan Kudus menjadi kurang penting. Seiring dengan hal tersebut, banyak pendeta dan teologi yang mulai membanding-bandingkan pengajarannya dengan yang lain.

“Gereja hanya ada satu. Semua orang percaya akan kehadiran nyata Kristus melalui roti dan cawan. Tetapi orang Kristen mengotak-ngotakkan diri dengan berkata ‘Kita tidak bisa memecahkan roti dengan orang-orang tertentu.’ Apakah Anda benar-benar percaya bahwa itu adalah kehendak Tuhan, bhawa kita memiliki 20 gereja yang berbeda?” ungkapnya.

Tak heran jika pandangan Chan mengundang beragam komentar dari sejumlah pemimpin gereja. Pendeta James White dari Gereja Reformed, salah satunya mengkritik Chan karena tidak mengkaji hal tersebut berdasarkan sejarah.

White mengungkapkan jika dalam perjalanan sejarah gereja, sakramen Ekaristi muncul dan ditetapkan sebagai hari khusus untuk Perjamuan Kudus.

Meski begitu, pandangan Chan dianggap telah membuka pemikiran baru tentang arti dari mengikut Kristus. Dalam hal ini, dia tidak bermaksud menyudutkan gereja tentang aturan menerima Perjamuan Kudus. Dia hanya ingin membawa gereja kembali bertanya tentang mengapa di zaman Yesus persekutuan begitu esensi? Kenapa gereja di zaman ini tidak memandang hal serupa seperti Yesus?

Sumber : Churchleaders.com
Halaman :
1

Ikuti Kami