Pengelola Gereja di Alor Lecehkan Anak Remaja, Ada Apa Dengan Gereja?

News / 30 September 2022

Kalangan Sendiri

Pengelola Gereja di Alor Lecehkan Anak Remaja, Ada Apa Dengan Gereja?

Lori Official Writer
518

Di akhir bulan September 2022 ini publik kembali dikejutkan dengan kasus pelecehan seksual anak oleh pengelola gereja di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebelumnya, kasus pelecehan juga menimpa 14 anak di Alor oleh seorang calon pendeta Sinode GMIT.

Kasus ini terkuak setelah korban berusia 13 tahun tersebut memberitahukan perbuatan pelaku kepada kedua orang tuanya. Hingga akhirnya keluarga melayangkan laporan ke Polres Alor sesuai dengan nomor LP/B/297/IX/2022/SPKT/Polres Alor/Polda NTT.

 

Baca Juga: Anak Dilecehkan Pengurus Gereja di Depok, Adilkah Orangtua Terima Ganti Rugi?

 

Berdasarkan pengakuan korban, pelaku (57 tahun) yang tinggal bersebelaha rumah sudah melakukan pelecehan tersebut berkali-kali sejak 28 Juli hingga 10 Agustus 2022. Korban bahkan diiming-imingi uang sebesar Rp 5000 – 50.000. 

Saat ini pelaku sudah ditahan dan dikenai pasal perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Belakangan ini kasus pelecehan anak di lingkungan gereja semakin meningkat. Hal ini menimbulkan pertanyaan terhadap jaminan keamanan gereja dan kepercayaan umat terhadap pelayan Tuhan. Masihkah gereja menjadi tempat yang aman bagi anak? Apakah pelayan Tuhan yang terlibat di lingkungan gereja aman dari predator anak?

Lembaga Kristen seperti PGI dan Keuskupan Agung Gereja Katolik pun telah menanggapi fenomena ini, yang hasilnya memunculkan penerapan aturan baru di dalam gereja. Seperti adanya surat pernyataan bagi pelayan, memperketat seleksi pelayan gereja dan membuat aturan-aturan minor sepanjang ibadah. 

 

Baca Juga:

Cegah Kekerasan Seksual, Keuskupan Agung Jakarta Berlakukan SOP Ini Bagi Pelayannya

PGI Sudah Buat Panduan 'Gereja Ramah Anak' Untuk Cegah Pelecehan Seksual Dalam Gereja

 

Pertanyaannya adalah apakah aturan ini sudah diterapkan di seluruh denominasi gereja, tanpa terkecuali? Apakah pihak gereja telah bersungguh-sungguh memberikan perhatian untuk menjamin keamanan di lingkungan gereja? Ini menjadi pertanyaan yang perlu dijawab oleh gereja Tuhan di masa ini.

Mari tetap peduli dengan nasib generasi anak kita di masa ini. Kembalikan fungsi gereja sebagai tempat yang aman bagi anak dan jemaat Tuhan dengan tidak memberi ruang bagi para predator anak berkeliaran di lingkungan gereja.

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami