Hasil Riset Ungkapkan Mayoritas Pendeta Amerika Tak Lagi Patok Jemaat Berikan Persepuluhan

News / 14 September 2022

Kalangan Sendiri

Hasil Riset Ungkapkan Mayoritas Pendeta Amerika Tak Lagi Patok Jemaat Berikan Persepuluhan

Lori Official Writer
339

Berdasarkan data yang disampaikan Barna dalam laporan Revisiting the Tithe & Offering yang diterbitkan di Generis dan Gloo, diungkapkan bahwa sedikit sekali orang Kristen Amerika yang teratur memberikan 10% dari pendapatan mereka kepada gereja.

Riset yang dilakukan pada 12-19 November 2021 dan melibatkan 2.016 orang ini, menyatakan bahwa mayoritas pendeta di Amerika tidak lagi mendengungkan tentang persepuluhan kepada jemaat. Sebanyak 70 persen dari pendeta menyampaikan jika persepuluhan tidak harus sepenuhnya tentang uang. Bahkan hanya sebanyak 33 persen yang mengatakan setuju memberikan 10 persen dari pendapatannya kepada gereja.

Sementara 21 persen pendeta lainnya tidak mematok berapa nilai yang harus diberikan jemaat kepada gereja, asalkan persembahan tersebut dianggap pantas sebagai bentuk pengorbanan. Sebanyak 20 persen lainnya menyampaikan jika orang Kristen harus memberi sebanyak yang mereka mampu.

“Pemimpin gereja dan orang Kristen mungkin bertanya-tanya apakah penting jika persepuluhan diberikan?” demikian disampaikan oleh Barna.

 

Baca Juga: Persembahkan Buah Pertamamu Hanya Untuk Kemuliaan Tuhan

 

Sementara studi dari The Generosity Factor: Evangelicals and Giving oleh Gray Matter Research and Infinity Concepts, menunjukkan bahwa hanya sekitar 3 persen dari para penginjil yang masih taat memberikan persepuluhan mereka dan setengahnya hanya memberi sekitar 1 persen dari pendapatan mereka setiap tahunnya. 

Kondisi ini sangat berbeda dengan jemaat gereja yang terlibat di dalam pelayanan dan yang mengalami pertumbuhan iman, dimana mereka terbukti memberi lebih banyak kepada gereja.

Pada bulan Juli, televangelis kontroversial Creflo Dollar, salah satu pendukung injil kemakmuran, meminta maaf atas semua pengajarannya tentang persepuluhan dan semua ajarannya tentang keuangan.

Dia juga mendesak para pengikutnya untuk tidak lagi mempercayai semua buku maupun video yang berbicara tentang persepuluhan. Melalui khotbahnya berjudul ‘Kesalahpahaman Besar’, pendiri dan pendeta senior Gereja Internasional Pengubah Dunia dengan jemaat sebanyak 30 ribu ini mengatakan bahwa dia menyadari jika pernyataannya telah menyebabkan dia kehilangan teman dan undangan berkhotbah di gereja-gereja lain.

 

Baca Juga: Gak Sepaham Soal Memberi Perpuluhan Untuk Gereja, Apa yang Harus Suami Istri Lakukan?

 

Sementara Thomas Schreiner, seorang profesor ahli penerjemahan Alkitab Perjanjian Baru, menyampaikan jika persepuluhan bukanlah persyaratan bagi orang Kristen.

“Perintah-perintah yang ditetapkan di dalam perjanjian Musa tidak lagi berlaku bagi orang percaya. Beberapa menyerukan pembagian antara hukum sipil, upacara dan moral untuk mendukung persepuluhan. Namun pembagian ini, menurut pendapat saya, bukanlah dasar yang digunakan Paulus ketika berbicara tentang hukum yang berlaku bagi kita hari ini,” jelas Schreiner.

Memberikan persepuluhan pada dasarnya adalah perintah, namun sesungguhnya bersifat eksklusif yaitu hanya bagi mereka yang memiliki kerelaan hati memberi dengan sukacita dan bukan paksaan (2 Korintus 9: 7). Ada banyak pandangan yang bisa kita dengar soal persepuluhan, namun sebaiknya kita kembali bertanya kepada Tuhan tentang apa yang sepatutnya kita lakukan untuk menyenangkan hati-Nya.

Sumber : Christiantoday.com
Halaman :
1

Ikuti Kami