Setelah 43 Tahun Gembalakan Gereja Saddleback, Rick Warren Sampaikan Khotbah Terakhirnya

News / 30 August 2022

Kalangan Sendiri

Setelah 43 Tahun Gembalakan Gereja Saddleback, Rick Warren Sampaikan Khotbah Terakhirnya

Lori Official Writer
624

Gereja Saddleback, Lake Forest, California yang memiliki sebanyak 40.000 jemaat harus berpamitan dengan gembala seniornya Pendeta Rick Warren secara resmi setelah mengumumkan rencana pensiunnya pada bulan Juni 2021 lalu. Sejak mendirikan gereja ini di tahun 1980, Warren telah melayani selama kurang lebih 43 tahun lamanya.

Namun belakangan ini diketahui jika dirinya akan segera pensiun dari penggembalaannya di Gereja Saddleback. Dia pun telah menyampaikan pesan khotbah terakhirnya kepada jemaat di atas mimbar kayu yang sama yang dia gunakan selama 15 tahun pertama di Saddleback pada Minggu, 28 Agustus 2022.

Dia pun berpesan supaya para jemaat menginvestasikan hidup mereka untuk sesuatu yang bernilai kekal. “Saddleback dibangun dengan nilai yang digerakkan oleh tujuan di awal dengan tujuan akhir. Itu artinya didorong oleh tujuan, mulailah dengan tujuan akhir. Anda tahu kemana Anda akan pergi,” ungkap Pendeta Warren.

 

Baca Juga:

Rick Warren Ajak Orang Kristen Lebih Mencintai Gereja, Ini Alasannya…

Rick Warren Minta Maaf Soal Video Sekolah Minggu Gerejanya Karena Singgung Budaya Tionghoa

 

Dia melanjutkan bahwa menjadi hak istimewanya untuk mengasihi, berdoa, melayani dan menguatkan selama empat dekade pelayanannya.

“Selama 43 tahun, merupakan hak istimewa saya untuk mengasihi Anda, berdoa bagi Anda, melayani Anda, mendorong Anda, berdiri di samping Anda, berdiri di samping tempat tidur, memberkati pernikahan, menasihati di tengah masa sulit, mendorong Anda dan mengajari Anda,” jelasnya.

Gereja Saddleback pada awalnya dimulai di Laguna Hills High School. Saat itu, jemaat hadir sekitar 50 orang, yang kebanyakan dari mereka adalah orang asing, menghadiri hari Minggu pertama tanggal 30 Maret 1980. Di usianya 25 tahun, Pendeta Warren merintis gereja ini setelah lulus dari Southwestern Baptist Theological Seminary di Fort Worth, Texas. 

“Kami tidak saling mengenal, mereka tidak mengenal saya, saya tidak mengenal mereka. Mereka tidak mengenal satu sama lain. Hanya 50-60 orang yang hadir setelah membaca surat yang saya tulis kepada komunitas,” terangnya.

Saat itulah, gereja mengalami terobosan selama sembilan bulan berikutnya dengan melakukan 60 pembaptisan.

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Sumber : Christianheadlines.com
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami