Fakta Alkitab: Kisah Dibalik Kehadiran Mesias

Fakta Alkitab / 17 August 2022

Kalangan Sendiri

Fakta Alkitab: Kisah Dibalik Kehadiran Mesias

Claudia Jessica Official Writer
862

Orang-orang Yahudi pada zaman Yesus sedang berjuang untuk memerdekakan diri dari penjajahan Romawi.

Pada zaman Perjanjian Baru itu, setidaknya ada 4 kelompok atau sekte dalam masyarakat Yahudi. Pertama, Orang Farisi yang memegang teguh aturan hukum Taurat Hukum. Kedua, Orang Saduki yang sebagian besar menjadi imam di Bait Allah. Mereka termasuk golongan orang kaya dan berkuasa di Yerusalem. Ketiga, Kaum Eseni (kelompok ini tidak tercatat dalam Kitab Suci) adalah semacam kelompok pertapa yang mengasingkan diri di wilayah gurun. Mereka menghindari kehidupan duniawi.

Terakhir adalah orang-orang Zelot. Mereka memiliki harapan bahwa Mesias datang dan memulihkan Israel. Mereka adalah kelompok teroris yang mengambil setiap kesempatan untuk membunuh orang Romawi dan pendukungnya.

Sebenarnya orang Yahudi memiliki beberapa pengalaman soal penindasan oleh bangsa asing. Pada zaman Perjanjian Lama, mereka harus melepaskan diri dari perbudakan di Mesir. Musa tampil sebagai pembebas yang dipilih Tuhan untuk membawa keluar bangsa Israel dari Mesir menuju Tanah Perjanjian. Setelah itu, bangsa Yahudi juga sering menjadi bulan-bulanan bangsa lain sehingga Tuhan mengutus para Hakim untuk menjadi pembebas mereka.

Tapi, pada Jaman Perjanjian baru, bangsa yahudi memiliki sikap beragam dalam menanggapi penjajahan Kekaisaran Romawi. Misalnya, Golongan Saduki cenderung kooperatif dengan Romawi demi melanggengkan kelas kekuasaan dan kebangsawanan mereka. Tentu saja hal ini berlawanan dengan orang Farisi yang menganggap Romawi sebagai bangsa kafir dengan banyak dewa.

Di antara penentang penjajah paling ekstrim adalah Kaum Zelot. Mereka disebut orang sikari atau si pembawa pisau karena dalam aksi-aksi teror, mereka sering menggunakan pisau.

Pada dasarnya semua golongan bangsa yahudi sedang menantikan Mesias. Sebagian besar menafsirkan bahwa sang Mesias adalah sosok pembebas yang akan membebaskan bangsa Yahudi dari penjajahan Romawi. Sang Mesias itu akan mendirikan kerajaan di atas bumi. Oleh karena itu, kehadiran Yesus dengan segala mujizat yang dilakukannya seperti memenuhi harapan mereka tentang Mesias. Orang Yahudi berpikir bahwa jika hal-hal ajaib bisa Yesus lakukan, maka Orang Nazaret itu pasti punya kuasa juga menentang Romawi. 

Pada kenyataannya, di antara kedua belas murid Yesus juga terdapat orang-orang yang termasuk dalam golongan penentang penjajah Romawi. 

Ada beberapa ahli sejarah alkitab yang menyebut Yudas Iskariot sebagai orang Zelot. Nama belakangnya, Iskariot, dipercayai memiliki padanan kata sicarii, yang berarti “Pria pembawa belati”. Gelar ini disematkan pada sekelompok garis keras dalam golongan Kaum Zelot yang membawa pisau setiap mereka melakukan aksi kekerasan.

Tetapi murid yang Yesus yang jelas berasal dari Kaum Zelot adalah Simon orang Zelot (Matius 10:4). Beberapa sumber sejarah pendukung Alkitab menyebutkan bahwa Simon Orang Zelot telah meninggalkan prinsip dan doktrin Zelot ketika ia menerima pengajaran Yesus.  

Di sisi lain, ada tafsiran yang menyatakan bahwa Simon masih memiliki kebiasaan membawa belati kemanapun ia pergi. Hal tersebut dikaitkan dengan perbincangan pada perjamuan terakhir, ada murid yang berkata pada Yesus: “Lihat, Tuhan, ini ada dua pedang” (Lukas 22:38). Dua pedang atau belati tersebut diperkirakan dipegang oleh Petrus dan Simon orang Zelot. Dan ketika peristiwa penangkapan Yesus di Taman Getsemani, justru Petrus yang menghunus pedangnya dan memotong telinga Malkhus, hamba imam besar. Hal ini menarik karena Simon orang Zelot memilih tetap menyarungkan pedang (belati) nya. Dalam hal ini justru Simon tidak melakukan kekerasan.

Seiring berjalannya waktu, sebagian besar orang Yahudi dan kelompok-kelompok elit yang ada menemukan kenyataan bahwa Yesus bukan Mesias seperti apa yang mereka bayangkan.

Meskipun Yesus banyak mengadakan mujizat tetapi Yesus tidak memberi sinyal bahwa semua kekuatan supranaturalnya itu akan digunakan untuk mengusir penjajah Romawi. Selain itu, mereka menilai bahwa pengajaran-pengajaran Yesus dianggap tidak menyuarakan pesan-pesan pembebasan yang berapi-api dan membangkitkan semangat kemerdekaan. Ditambah lagi, dalam kotbah-kotbah-NYA, Yesus beberapa kali mengungkapkan tentang kematian-NYA. Hal ini yang mungkin membuat Yudas Iskariot frustasi lalu ia mengkhianati Sang Guru.

Satu sisi, Golongan Farisi menyambut gembira pengkhianatan Yudas Iskariot. Mereka sudah lama gelisah dengan ajaran-ajaran Yesus. Orang Farisi yang mengklaim diri pemegang utama kemurnian ajaran Agama dan Adat Yahudi sudah lama ingin menghancurkan Yesus dan ajaran-NYA. Demikian pula, Kaum Saduki sebagai pemegang jabatan Imam di rumah-rumah ibadah tentu ingin tetap mempertahankan kekuasaan spiritualnya.

Mereka mungkin berpikir akan bisa kehilangan jemaat dengan munculnya ajaran Yesus, selain itu fanatisme pengikut Yesus bisa membuat hubungan dengan Romawi terganggu. Padahal Saduki dan Romawi sudah memiliki hubungan baik selama ini.

Kemudian, kelompok-kelompok elit itu berhasil mempengaruhi rakyat bahwa Yesus bukan mesias harapan mereka. Puncaknya kelompok-kelompok elit itu berhasil memprovokasi massa sehingga mereka memilih pembebasan Barabas daripada Yesus (Matius 27:26). Mereka pikir pemimpin pemberontak itu lebih masuk akal dalam melakukan aksi menentang penjajahan Romawi. Dengan demikian, mereka kehilangan kemerdekaan sejati yang dibawa oleh Yesus. Kemerdekaan dari kuk dosa sehingga memperoleh keselamatan kekal.

Sahabat, belenggu apa yang mengikatmu saat ini? Sudah berapa kali Anda ingin lepas namun merasa tak mampu. Kami rindu berdoa bagi Anda untuk mengalami kemerdekaan dari masalah Anda, mari hubungi Sahabat24 di nomor berikut: 0822-1500-2424 atau klik link bit.ly/InginDidoakan.

Saksikan video "Fakta Alkitab: Kisah Dibalik Kehadiran Mesias" di bawah ini:

Sumber : jawaban channel
Halaman :
1

Ikuti Kami