Ini Penyebab Kleptomania dan Dampaknya Pada Kesehatan Seseorang

Health / 15 August 2022

Kalangan Sendiri

Ini Penyebab Kleptomania dan Dampaknya Pada Kesehatan Seseorang

Lori Official Writer
806

Seorang wanita kedapatan mencuri cokelat di Alfamart. Tindakan itu membuat pegawai yang bertugas saat itu membagikan aksi wanita tersebut di sosial media (sosmed). 

Uniknya, dari penampilan si pelaku bukanlah orang yang tak mampu membeli sebatang coklat. Malahan dia diketahui justru mengendarai mobil mercy.

Kondisi ini membuat netizen menduga jika wanita tersebut mengidap penyakit kleptomania yang merupakan salah satu gangguan kesehatan mental.

 

Mengenal Kleptomania

Secara medis, kleptomania dikenal sebagai ketidakmampuan berulang untuk menahan dorongan untuk mencuri barang-barang yang biasanya tidak terlalu dibutuhkan atau remeh. Jenis penyakit ini juga bisa disebut dengan gangguan kesehatan mental yang langka namun serius. 

Seseorang yang mengidap kleptomania biasanya tidak memiliki kontrol terhadap emosional atau perilakunya. Salah satunya seperti kesulitan menahan godaan atau dorongan untuk melakukan tindakan berbahaya atau berlebihan. Jika kondisi itu tidak ditangani sesegera mungkin, penderita hanya akan mengalami gangguan emosional dan merugikan lebih banyak orang.

 

Baca Juga: Diancam UU ITE, Hotman Paris Siap Bela Karyawan Alfamart Secara Sukarela

 

Adapun gejala seseorang mengalami kleptomania diantaranya:

  • Tidak mampu menahan diri untuk mencuri barang atau benda tertentu yang sebenarnya tidak dibutuhkan.
  • Mengalami ketegangan, kecemasan dan gairah sebelum mencuri.
  • Merasa lega, senang dan puas setelah mencuri.
  • Merasa bersalah, menyesal, membenci diri sendiri, malu dan bahkan ketakutan setelah mencuri.
  • Dorongan mencuri selalu berulang dan tak bisa ditahan.

 

Kapan Penyakit Ini Muncul?

Kleptomania bisa muncul sejak usia remaja dan lebih sering diidap oleh kaum perempuan. 

Gangguan ini juga telah terbukti berkaitan dengan penggunaan obat-obatan dan alkohol. Hasil studi menemukan bahwa 73% penderita kleptomania juga didiagnosa dengan gangguan afektif di beberapa titik dalam hidup mereka. 

 

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Diagnosa

Seseorang yang mengidap kleptomania bisa didiagnosa oleh dokter atau profesional kesehatan mental. Karena kleptomania biasanya terjadi bersamaan dengan kondisi lain seperti gangguan makan, penyalahgunaan zat dan alkohol, dan gangguan kecemasan, gangguan ini bisa didiagnosa saat tes kejiwaan. 

Setelah pemeriksaan awal oleh dokter medis, pasien dapat dirujuk ke psikolog atau psikiater untuk menjalankan evaluasi lebih lanjut. Diagnosa mungkin melibatkan wawancara pasien dan tinjauan catatan hukum. 

 

Baca Juga: Kleptomania

 

Jika Orang Terdekat Mengidap Kleptomania

Jika Anda merasa orang terdekat mengidap kleptomania, sampaikan kekuatiran Anda dengannya secara langsung. Perlu diingat bahwa kleptomania adalah kondisi kesehatan mental, bukan cacat karakter, jadi dekati orang yang Anda cintai tanpa menyalahkan atau menuduhnya.

Yuk tetap berikan perhatian dan kepedulian Anda kepada seseorang yang mengalami gangguan ini. Dukung dia untuk bisa sembuh baik melalui perawatan medis maupun spiritual yang bisa Anda lakukan.

Sumber : Mayoclinic.org
Halaman :
Tampilkan per Halaman

Ikuti Kami