Menjauhi Nafsu Dunia dan Mengejar Damai Sejahtera
Kalangan Sendiri

Menjauhi Nafsu Dunia dan Mengejar Damai Sejahtera

Liana M. Tapalahwene Contributor
      948

2 Timotius 2:22

Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.

 

Bacaan setahun : Mazmur 41; 1 Timotius 5; Yesaya 35-36 

Masih ingatkah Anda pada sebuah film komedi yang dirilis tahun 1986 dan pada tahun 2002 dibuat sinetronnya, judulnya “Kejarlah Daku… Kau Kutangkap.” Saya ingin mengajak kita semua untuk merenung tentang arti dari judul film komedi itu. 

Lalu saya ingin mengajak Anda untuk membaca bersama dari 2 Timotius 2:22 - “Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.” Dapatkah Anda menangkap hubungan dari judul film komedi tersebut dengan bacaan firman Tuhan di atas? 

Menjauh dan mengejar adalah dua kata yang memiliki makna berbeda. Menjauh bisa diartikan sebagai kata perintah untuk pergi dan berlalu, sedangkan mengejar bisa diartikan sebagai kata kerja untuk berlari, mengurangi jarak yang jauh atau berlari untuk mendekatkan diri. Dalam hal ini, inti amanat Tuhan yang harus kita lakukan adalah menjauhi nafsu dan mengejar damai sejahtera.

Kitab 2 Timotius ini ditulis oleh Paulus dan ditujukan kepada Timotius. Dimana pada saat itu, situasi ke-Kristenan mengalami banyak perubahan. Para pemimpin jemaat terancam dipenjara dan dihukum oleh pemerintah Romawi. Kitab ini ditujukan untuk mengingatkan Timotius agar menjauh dari godaan yang menjerat, dan bangkit menjadi seorang prajurit yang baik bersama Kristus Yesus.

Dalam kolaborasi 2 Timotius 2:22 dengan kalimat “Kejarlah Daku… Kau Kutangkap”, mengandung pengertian bahwa saat ada tindakan atau usaha kita untuk berlari dan mengejar Tuhan dan kebenaran-Nya, maka Ia akan menangkap kita untuk menenangkan gemuruh jiwa kita. Hati yang melekat pada Tuhan akan membawa kita untuk menghidupi firman Tuhan dalam kehidupan kita.

Yesaya 55:6-7 mencatat: “Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat! Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya.” 

Jadi, lakukanlah tindakan iman sekarang juga dengan berlari mengejar panggilan Tuhan! Dengan berseru dan mencari-Nya maka kita akan menjauhi hal-hal kedagingan dan semakin dekat kepada-Nya. Maka Tuhan akan memberikan pengampunan, melimpahkan damai sejahtera, dan anugerah-Nya. Tuhan Yesus memberkati.

Ikuti Kami