Apa Kunci Kerajaan Surga yang Diberikan Yesus Kepada Petrus?

Kata Alkitab / 26 July 2022

Kalangan Sendiri

Apa Kunci Kerajaan Surga yang Diberikan Yesus Kepada Petrus?

Lori Official Writer
770

Matius 16: 17-20 adalah satu-satunya perikop Alkitab yang menyinggung tentang kunci kerajaan Allah. 

Di sana kita bisa membaca beberapa hal yang ditekankan oleh Yesus kepada murid-murid-Nya, diantaranya:

Pertama, Yesus bertanya kepada para murid, “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” (Matius 16: 15)

Lalu beberapa menjawab jika Yesus adalah Yohanes Pembaptis. Beberapa lainnya berkata jika Yesus adalah nabi Elia, Yeremia dan salah seorang nabi. 

Kedua, Yesus dipuaskan dengan jawaban Petrus.

Lalu Yesus kembali bertanya, “Siapakah Aku ini?” Lalu Simon Petrus menjawab, “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” (Matius 16: 16)

Kita bisa melihat bagaimana Yesus merasa puas dengan jawaban Simon Petrus, sama seperti seorang guru yang merasa disenangkan oleh muridnya melalui jawaban yang tepat. 

Lalu Yesus menyampaikan hal ini kepadanya:

“Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.”” (Matius 16: 17-19)

Yesus meyakini jika jawaban Petrus berasal dari pengertian yang dia peroleh melalui pewahyuan Allah. Sejak Petrus mengungkapkan hal ini, Yesus pun berpesan kepada Petrus untuk membangun gerejaNya dan bagaimana gereja itu tidak akan bisa dihancurkan oleh kuasa lain. 

 

Yesus Mengubah Nama Simon Menjadi Petrus

Di dalam Alkitab, kita bisa menemukan bagaimana Tuhan mengubah nama-nama tokoh Alkitab. Misalnya seperti Abram dan Sarai menjadi Abraham dan Sara (Kejadian 17). Saat itu Tuhan berfirman kepada Abraham bahwa dia akan menjadi Bapa dari bangsa-bangsa. Nama Yakub berubah menjadi Israel (Kejadian 32: 28). Tuhan berkata kepada Yakub bahwa kekuatannya berasal dari Tuhan dan dia akan mengalami kemenangan. Hal ini terjadi sejak Yakub bergulat dengan seseorang di dalam kemah dan dia memaksa untuk memberkatinya.

Nama kita akan berubah secara roh ketika kita lahir baru di dalam Kristus. Kita tidak lagi sosok yang dianggap tidak layak, tetapi seorang pengikut Kristus yang dikasihi. Orang-orang percaya kadang kala akan mengingatkan tentang siapa kita. Anda juga bisa mengingatkan mereka tentang siapa mereka. Alkitab berkata bahwa mereka yang ada di dalam Kristus adalah ciptaan yang baru. Yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang (2 Korintus 5: 17).

Kita bisa melihat Simon dipanggil Petrus untuk pertama kalinya di dalam Matius 4: 18. Dia adalah seorang nelayan sebelum mengikut Yesus. Saudaranya Andreas juga bersama-sama dengan dia ketika bertemu dengan Yesus. Yesus mengajak mereka untuk mengikut Dia, dan Dia akan menjadikan mereka sebagai penjala manusia. 

Saat Petrus menjawab pertanyaan Yesus dengan jawaban yang menyenangkan hati Yesus, Yesus pun menetapkan namanya sebagai Petrus (Matius 16: 18). Katanya, “Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.” (Matius 16: 18)

Yesus mengubah namanya menjadi Petrus ketika Dia memberikan mandat untuk membangun gereja dan memberikannya kunci kerajaan surga. 

Menurut pengajaran Katolik Roma, Yesus membuat sebuah hierarki di dalam gereja dengan memberikan Petrus kunci kerajaan. Kunci melambangkan otoritas kepausan dan muncul di lambang kepausan. Agama Katolik meyakini bahwa Yesus telah menyerahkan kuasa untuk mengikat dan melepaskan kepada Petrus. Kekuatan kunci melambangkan otoritas untuk mengelola rumah Tuhan. Kuasa untuk mengikat dan melepaskan berarti wewenang untuk mengampuni dosa, menyampaikan aturan doktrinal dan mengambil tindakan disipliner dalam gereja.

Apakah Anda setuju dengan pandangan ini? Anda bisa melihat bagian tersebut menekankan bahwa gereja harus dibangun di atas dasar yang teguh. Hal ini seolah menunjukkan bahwa gerbang neraka tidak akan menang atasnya. 

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Sumber : Crosswalk.com
Halaman :
123Tampilkan Semua

Ikuti Kami