Inilah Pesan Ketua Umum PGI Pdt. Gomar Gultom Saat Kunjungan di Papua

News / 7 July 2022

Kalangan Sendiri

Inilah Pesan Ketua Umum PGI Pdt. Gomar Gultom Saat Kunjungan di Papua

Contasia Christie Official Writer
654

Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Pdt. Gomar Gultom pada 3 Juli 2022 kemarin, telah meresmikan Papua Rumah Doa Segala Bangsa di Wisma Alom Polomo Sentani, Kabupaten Jayapura. Beliau berharap dengan peresmian rumah doa ini, makin banyak berkat tersalur dari Tanah Papua ke bangsa-bangsa.

“Bagi saya, kehadiran Rumah Doa yang dipersembahkan kepada semua bangsa, merupakan sebuah terobosan di tengah kebuntuan institusional kita dewasa ini, sebuah terobosan yang memecahkan batasan kami dan kalian, kami dan mereka,” ucapnya.

Melalui rumah doa, kita diharapkan bisa bersatu di tengah perbedaan tradisi dan denominasi. Ini adalah salah satu bentuk harapan kesatuan gereja, sebagai wujud komitmen kita berdoa seperti Yesus di Taman Getsemani.

Setelah mengikuti peresmian rumah doa ini, keesokan harinya Pdt. Gomar Gultom menjadi narasumber kegiatan Konferensi Doa dan Pekabaran Injil yang diikuti oleh semua lembaga gereja aras nasional. Dengan tema Pekabaran Injil di Tengah Masyarakat Majemuk, beliau menegaskan betapa perlunya kita merumuskan ulang hakekat pekabaran Injil dewasa ini, khususnya dalam konteks masyarakat majemuk.

Baca juga : 

Menkumham dan Menag Tetapkan Tolak Pernikahan Beda Agama

Tersangka Penembakan Massal Saat Hari Kemerdekaan AS Tertangkap, Apa Motifnya?

Memberitakan Injil jelas merupakan tugas gereja yang tidak pernah berubah sepanjang zaman. Kemajemukan dan kerukunan tidak bisa menghalangi pekabaran Injil. Dan pekabaran Injil pun tidak merusak kerukunan atau kemajemukan yang ada. Oleh karena itu, Injil harusnya hadir justru untuk mendamaikan dan memulihkan kemanusiaan.

“Itulah berita sukacita yang hendak diberitakan, dan dengan demikian, sang Liyan atau mereka yang di luar kekristenan tidak harus dilihat dan diperlakukan sebagai target atau objek pekabaran Injil, tetapi harus diajak bersama sebagai mitra dalam memberitakan dan memberlakukan Injil tersebut. Ini bisa dilakukan dengan mengembangkan komunitas kontras ala Gerd Thiessen, karena itulah nilai utama kekristenan,” katanya.

Selain itu, Pdt. Gomar Gultom juga menghadiri Pembukaan Sidang Sinode ke-10 Gereja Kristen Oikoumene di Indonesia (GKO) yang berlangsung 5-10 Juli di Sentani. Dalam sambutannya, beliau mengingatkan agar kita semua perlu mengembangkan spiritualitas keugaharian sebagai kontras terhadap budaya kerakusan yang menggurita dewasa ini. Diingatkan pula, pandemi yang terjadi sekarang ini adalah katup dari ecoside, sebagai buah dari kerakusan kita memperlakukan alam.

Sumber : PGI
Halaman :
1

Ikuti Kami