Bertekun dalam Iman
Kalangan Sendiri

Bertekun dalam Iman

Riris Neil Yulinar Pakpahan Contributor
      797

Galatia 3:27-29

“Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus. Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus. Dan jikalau kamu adalah milik Kristus,  maka kamu juga adalah keturunan  Abraham dan berhak  menerima janji Allah.”

 

Bacaan Setahun : Mazmur 2; Matius 2; 1 Raja-Raja 19-20 

Ketika dunia dijadikan, Allah merancangkan segala kebaikan di dalamnya, satu demi satu secara detail dirancang-Nya dengan sempurna. Namun kejatuhan manusia pertama dalam dosa, melahirkan dosa-dosa selanjutnya yang tidak akan pernah dapat dihentikan selama dunia ini masih ada.

Dari kisah Adam dan Hawa kita akan terus tersambung dengan manusia-manusia yang memiliki iman percaya yang luar biasa. Putusnya hubungan antara Allah dan manusia mulai diperbarui oleh seorang dengan iman yang teguh, seorang Nuh.

Ketika pertama kali Allah berfirman dan memerintahkan untuk membuat bahtera yang besar, Nuh memulai ketaatannya. “Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya” (Kej.6:22)

Disaat orang-orang sekitarnya hidup berdampingan dengan dosa, Nuh memilih untuk tetap hidup kudus dan berkenan dihadapan Allah. Hubungannya dengan Allah bukan lagi hanya tahu, tetapi benar-benar dekat dan melekat . “Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela diantara orang-orang sesamanya: dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.” (ay.9)

Cemooh, ejekan, bahkan tekanan dari banyak pihak bisa saja meruntuhkan imannya. Tetapi terbukti tidak berlaku. Nuh tetap mewartakan akan terjadinya hukuman bagi semua orang dan mengerjakan segala yang Tuhan perintahkan dengan taat. Hidup berdampingan dengan banyak orang yang melukai hatinya, sama sekali tidak mengurangi kasihnya akan orang-orang disekitarnya. Karena ia tahu ada hati Allah disana.

Sesuatu yang belum pernah dilihat sebelumnya namun dia imani, membawanya mengerjakan pekerjaan besar dari Allah. Imannya tetap teguh, karena ia tahu Allah tidak akan pernah salah dalam kehidupan setiap orang. Kisah tentang Nuh tidak hanya berdampak bagi bangsa Israel, tapi bagi setiap manusia hingga saat ini.

Jika masih ada keraguan dalam hatimu saat ini, mari kita sama-sama berdoa agar Bapa terus menguatkan iman percaya kita untuk bisa melakukan banyak hal besar yang hingga saat ini belum pernah kita lihat.

 

Doa:

Bapa di Surga, ajarku memikirkan dan melakukan banyak hal tentang-Mu. Mungkin sesekali aku meragukan janji-MU, tapi tetaplah menguasai hati dan pikiranku. Agar di dalam segala hal aku tidak goyah. Dalam nama Tuhan Yesus, aku berdoa dan bersyukur. Amin.

Ikuti Kami