Lewat Podcast The High Note, Stephen Curry Mengungkapkan Roma 8:28 Menjadi Dasar Imannya

News / 22 June 2022

Kalangan Sendiri

Lewat Podcast The High Note, Stephen Curry Mengungkapkan Roma 8:28 Menjadi Dasar Imannya

Claudia Jessica Official Writer
461

Melalui podcast penyanyi Kristen, Tauren Wells, bintang NBA, Stephen Curry memberitahu bahwa Roma 8:28 adalah yang membentuk dasar imannya sejak ia masih muda ketika harus menghadapi orang-orang yang membandingkannya dengan sang ayah, yang merupakan pemain bola basket profesional juga.

“Ibuku mengirim pesan berulang kali. Roma 8:28 adalah ayat yang dia ucapkan tentang kehidupan kepada saya,” kata Curry.

Roma 8:28 mengatakan, “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”

Stephen Curry telah menjuarai NBA sebanyak 4 kali untuk Golden State Warriors dan dianggap sebagai penembak 3 poin terbaik dalam sejarah permainan. Namun, sebagai pemain bola basket yang masih muda, Curry hanya dikenal sebagai putra Dell Curry, pemain profesional yang bermain selama 16 tahun di liga, termasuk 1 dekade untuk Charlotte Hornets.

Lewat podcastnya, The High Note, Wells mewawancarai Curry.

“Tidak peduli apapun olahraga apapun yang saya ikut saat masih di sekolah menengah, saya akan mendengar siswa yang berteriak, ‘Ayahmu tidak akan bisa membantu,’” kata Curry sambil tertawa.

 

BACA JUGA: Dibantu Pendeta, Kobe Bryant Berhasil Lewati Pencobaan Dalam Hidupnya

 

Curry mengatakan, ia telah belajar sejak masih muda bahwa “hidupku adalah milikku.”

Merujuk pada Roma 8:28, Curry mengatakan, “Itu adalah sesuatu yang benar-benar saya percaya. Apapun yang saya pikirkan, apapun yang saya putuskan, akan saya kerjakan dan saya memiliki semangat untuk mencapainya. Dan (firman Tuhan) saya bawa sepanjang jalan dan melalui apapun tantangan yang ada di depan saya,” ujarnya.

“Tuhan tidak membuat kesalahan apapun dari apa yang terjadi dalam hidup saya,” tambah Curry.

Jika ayahnya adalah pemain basket profesional, ibunya adalah seseorang yang membawa Curry dalam kedisiplinan. “Dia memimpin kami dalam menemukan hubungan kami (pribadi) dengan Tuhan, dan memulai perjalanan iman kita,” ungkap Curry.

Lebih lanjut Curry mengatakan bahwa ibunya akan mengajak mereka ke gereja untuk beribadah pada hari Minggu dan Rabu serta memimpin mereka dalam mezbah keluarga pada pukul 06.30 pagi sebelum sekolah.

“Dengan semua hal yang diajarkan kepada saya, saya tahu siapa saya,” katanya.

Curry juga mengatakan bahwa dia adalah penggemar musik Wells. Dia membawa anak-anaknya ke konser Tauren Wells di Sacramento. Ketika putra Curry lahir, katanya, dia memainkan lagu Wells yang berjudul “Hills and Valleys” di ruang bersalin.

“Dan aku menyanyikannya untuknya,” kata Curry.

 

 

BACA JUGA: Dibesarkan Oleh Orangtua Gay dan Benci Kristen, Pria Ini Percaya Tuhan Lewat Alkitab

Sumber : christianheadlines
Halaman :
1

Ikuti Kami