3 Cara Orang Percaya Menghormati Tuhan

Kata Alkitab / 9 June 2022

Kalangan Sendiri

3 Cara Orang Percaya Menghormati Tuhan

Lori Official Writer
1166

Di dalam kisah Yohanes 12: 1-8, kita bisa membaca tentang bagaimana seorang wanita membasuh kaki Yesus dengan minyak yang harganya sangat mahal di zaman itu. Jika Anda baca lebih lanjut, kisah ini juga dituliskan di Markus 14: 3-9.

Alkitab memberitahu kita bahwa setelah membangkitkan Lazarus dari kematian, Yesus tahu bahwa para imam kepala sedang merencanakan kematian-Nya. Lalu Dia memutuskan untuk pergi ke kota Efraim, sebuah kota di dekat padang gurun. Enam hari sebelum Paskah, saat Yesus hendak mengadakan perjamuan terakhir, Dia kembali ke Betania.

Semua orang pasti butuh tempat untuk istirahat, bersantai dan menikmati kebersamaan dengan teman-teman yang lain. Yesus sendiri memakai kesempatan tersebut di rumah Simon si Kusta. Maria, Marta dan saudaranya Lazarus dari Betania juga tinggal di sana, bersama para Murid. Betania terletak dua mil jauhnya dari sebelah timur Yerusalem, di lereng timur Bukit Zaitun.

 

Baca Juga: Apakah Anda Suka Menyalahgunakan Nama Tuhan? Bisa Dengan Cara Ini Lho...

 

Yesus sedang dalam perjalanan menuju salib. Dia tahu bahwa hanya dalam beberapa hari ke depan Dia akan menghadapi penderitaan dan rasa malu. Di sini kita menemukan Yesus menghampiri rumah teman-teman terdekat-Nya untuk yang terakhir kalinya.

"Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati. Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus. Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu. Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata: "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?" Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya. Maka kata Yesus: "Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku. Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu." (Yohanes 12: 1-8)

Apa yang dilakukan Yesus menyiratkan pelajaran penting yang perlu kita lakukan tentang cara menghormati Tuhan.

1. Menghormati Tuhan di rumah

Saat Yesus datang ke rumah Simon si kusta, Dia disambut dengan hangat oleh semua keluarga. Di sana ada banyak teman-teman Yesus dan Dia merasa diterima dan bisa beristirahat dengan cukup di sana. 

Apakah sebagai orang percaya kita sudah menyambut Yesus di rumah kita?

Ada banyak rumah orang Kristen yang tidak lagi mengindahkan teladan Yesus. Di rumah kita kerap bersikap kasar, tidak ramah dan saling melukai. 

Kita tidak lagi menjadikan Yesus sebagai tamu istimewa yang memiliki ruang khusus di dalam hati kita. 

 

Baca Juga: Bodoh Karena Tak Berhikmat, Tapi Takut Akan Tuhan Menambah Pengetahuan!

 

Menghormati Tuhan di rumah kita sendiri artinya menjadikan Dia Tuhan atau Tuan atas rumah kita. Artinya, Tuhan tinggal di sana dan Dia merasa nyaman berada di tengah-tengah kita. Saat Tuhan merasa nyaman, maka kita tidak perlu menyembunyikan apapun dari Dia dan Dia leluasa untuk bekerja atas hidup kita.

Menghormati Yesus di rumah kita artinya Dia bisa merasa nyaman menonton apa yang kita tonton dan mendengarkan apa yang kita dengar.

Menghormati Yesus juga berarti kita memperlakukan pasangan kita dengan cinta dan rasa hormat. Kita menyadari bahwa orang-orang terdekat kita adalah hadiah yang paling berharga dari Tuhan dan perlu kita perlakukan dengan hormat.

 

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Sumber : Lifeway.com
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami