Gereja di Negara-negara Ini Legalkan Pernikahan Sesama Jenis, Kenapa?

News / 24 May 2022

Kalangan Sendiri

Gereja di Negara-negara Ini Legalkan Pernikahan Sesama Jenis, Kenapa?

Lori Official Writer
999

Banyak pemikir yang menganggap jika peristiwa kehancuran Sodom terjadi karena kesombongan dan keserakahan Lot. Sehingga hal itu dinilai tidak berkaitan sama sekali dengan praktik penyimpangan seksual orang-orang di sana.

Namun perlu digarisbawahi bahwa Alkitab adalah otoritas tertinggi dalam segala hal yang berhubungan dengan iman dan perilaku orang Kristen. Alkitab berbicara banyak tentang homoseksualitas. Alkitab tidak membagi atau menggolongkan perilaku homoseksualitas sebagai bawaan dan kelainan. Alkitab melarang homoseksualitas karena firman Tuhan menyatakan bahwa itu salah dan merupakan dosa.

 

Baca Juga:

8 Ayat Alkitab yang Menentang LGBT

LGBT Ditolak atau Dikasihi? Ini Kata Pendeta Gilbert Lumoindong

 

Berikut beberapa ayat pendukung terkait pandangan Alkitab soal homoseksual.

Kejadian 19: 5, “Mereka berseru kepada Lot: "Di manakah orang-orang yang datang kepadamu malam ini? Bawalah mereka keluar kepada kami, supaya kami pakai mereka."

Ini adalah satu petunjuk yang pertama dalam Alkitab tentang homoseksualitas. Beberapa data tentang ayat ini mengungkapkan bahwa perilaku homoseksual sudah menjadi kebiasaan umum yang dipraktekkan oleh orang-orang di Sodom dan Gomora.

Imamat 18: 22, “Janganlah engkau tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, karena itu suatu kekejian."

Imamat 20: 13, “Bila seorang laki-laki tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, jadi keduanya melakukan suatu kekejian, pastilah mereka dihukum mati dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri.”

Dalam kebudayaan orang Kanaan di zaman itu, ada praktek homoseksual di kuil-kuil yang menyesatkan orang kepada penyembahan berhala, yang merupakan kebiasaan keji yang ditentang oleh Tuhan. Jadi ini menjadi peringatan keras bagi umat Israel.

Roma 1: 26-17, “Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar. Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka...”

Saat firman tuhan diabaikan dan tidak diakui maka sifat kedagingan akan menyimpang dari hubungan seksual yang sudah ditetapkan oleh Allah sejak semula bagi pria dan wanita.

1 Korintus 6: 9-10, “Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.”

Pelaku homoseksual tidak bisa bersekutu dengan Allah. Hubunga vertical dengan Allah tidak akan pernah terjadi karena Tuhan itu kudus dan mereka akan tetap menjauh dari Tuhan.

Dari ayat-ayat ini, kita bisa menarik kesimpulkan bahwa Alkitab sudah menuliskan perilaku ini secara jelas. Karena itulah pandangan atau penilaian bahwa Alkitab tidak menuliskan tentang topik homoseksualitas adalah kebohongan besar. Banyak pemimpin Kristen dan bahkan orang-orang Kristen yang diombang-ambingkan karena pandangan yang disampaikan oleh para pendukung komunitas LGBT, sehingga hati kita mulai ragu dengan kebenaran firman Tuhan. Inilah yang menjadi persoalan gereja-gereja di masa ini. 

Jadi manakah yang lebih Anda percayai, kebenaran firman Tuhan atau pemikiran-pemikiran manusia yang kemungkinan besar salah dan keliru?

Sumber : Pewresearch.org | France24
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami