3 Strategi Marketing Paling Jenius Dari Yesus

3 Strategi Marketing Paling Jenius Dari Yesus

Lori Official Writer
405

Bagi mereka yang bekerja di bidang pemasaran, baik di dunia sekuler maupun kekristenan, mungkin tergoda untuk tidak melibatkan nilai-nilai kekristenan di dalam pekerjaannya. 

Tetapi tahukah Anda jika sebenarnya nilai-nilai kekristenan yang Yesus ajarkan justru sangat erat kaitannya dengan pekerjaan kita, khususnya di dunia marketing. 

Barangkali ini adalah kali pertama bagi Anda mendengar bahwa Yesus sebenarnya adalah seorang ahli marketing yang sangat jenius. 

Ada 3 strategi marketing paling jenius yang Yesus lakukan, diantaranya:

1. Pergi kepada domba-domba Israel yang hilang (Matius 15: 24).

Apa tujuan utama Yesus? Untuk mengampuni dosa dan menyebarkan pengajaran-Nya kepada seluruh bangsa sampai ke ujung bumi, seperti yang disampaikan dalam Matius 28: 19, "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus"

 

Baca Juga: Biar Bisnis Lancar dan Keuntungan Berlipat, Terapkan 3 Tips Marketing Sukses Ala Yesus Ini

 

Bagaimana Yesus melakukannya?

Yesus biasanya menargetkan kelompok tertentu, misalnya etnis tertentu dengan pekerjaan dan gaya hidup mereka.

Saat membaca kitab Injil di Perjanjian Baru, Yesus sering kali bertindak terlalu jauh untuk menargetkan tipe orang tertentu di wilayah atau kota yang sangat spesifik. Dia tahu siapa audiens yang ditargetkan, dan Dia memakai media-media yang ada (seperti dermaga pemancingan, air sumur, sinagoga, pelantaran kuil dan sebagainya) untuk membagikan presentasinya.

Dia secara intens meneliti target audiensnya.

Lukas 2: 46-47 berkata, “Sesudah tiga hari mereka menemukan Dia dalam Bait Allah; Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka. Dan semua orang yang mendengar Dia sangat heran akan kecerdasan-Nya dan segala jawab yang diberikan-Nya.”

Bagi Yesus, menargetkan orang-orang Yahudi yang berada di pinggiran bukan hanya tentang menjadi rendah hati-Nya meskipun Dia adalah Tuhan, tetapi itu adalah strategi yang digunakan Yesus untuk mengambil hati para audiens-Nya.

Yesus memiliki 12 tim pemasaran yaitu murid-murid.

Tujuan utama pelayanan Yesus adalah, “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” (Matius 10: 5-6)

Hal ini sama persis dengan strategi Yesus yang menyasar target audiens yang spesifik. Lalu strategi marketingnya berubah dalam Matius 28: 18, saat kelompok orang sudah terbuka terhadap injil dan hal itu menjadi momen untuk menentukan target baru yaitu semua bangsa, bukan saja hanya domba Israel yang hilang.

 

Baca Juga: Belajar 3 Kesalahan Digital Marketing Lewat Film Serial ‘Emily in Paris’. Jangan Ditiru!

 

2. Yesus tidak mempermudah penawaran-Nya

Yesus tahu apa yang Dia tawarkan yaitu kehidupan yang penuh keselamatan dan pengampunan dosa. Dia tahu berapa harga penawarannya seperti ditulis dalam 1 Korintus 6: 20, “Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!”

 

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Sumber : Tithe.ly
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami