Belajar Dari Kisah John Wesley Soal Pentingnya Pernikahan Bagi Hidup Orang Kristen

Marriage / 6 May 2022

Belajar Dari Kisah John Wesley Soal Pentingnya Pernikahan Bagi Hidup Orang Kristen

Lori Official Writer
795

Setiap tanggal 24 Mei merupakan hari besar bagi jemaat Gereja Anglikan sebagai peringatan bagi John Wesley, sang pendiri gereja ini, mengalami momen spiritual yang mengubahkan hidupnya selamanya.

Di hari itulah John Wesley rupanya merayakan pertobatanya di dalam Tuhan. Hari itu pun disebut juga dengan Hari Alderstage dimana Wesley tepatnya mengalami pertobatan. 

Namun tidak banyak orang yang tahu tentang sisi lain kehidupan Wesley. Setelah mentransformasi gereja, rupanya dia pernah mengalami pernikahan yang kurang bahagia dengan istrinya.

Kesempatan Wesley yang terbuka untuk melayani Tuhan justru menjadi awal dari perselisihannya dengan sang istri. John Wesley dan Molly Vazeille menikah pada tahun 1751. Mereka tidak pernah melewati masa romansa, sehingga membuat Charles Wesley, saudaranya mulai merasa ragu.

 

Baca Juga: Selain Jadi Penolong, Ini Peran Penting Istri Dalam Pernikahan

 

Keraguan itu menjadi kenyataan karena setelah beberapa tahun menikah, pernikahan pasangan ini mulai dirundung beragam konflik. Wesley semakin berjarak dariistrinya karena jadwal pelayanannya yang padat. Sementara Molly, mulai curiga jika suaminya mulai berselingkuh karena kerap ditinggal hingga berminggu-minggu lamanya. Dia semakin curiga setelah menerima surat dari para penggemar suaminya. 

Molly menjadi semakin protektif terhadap Wesley. Dia kerap memata-matai suaminya hingga membuat Wesley sulit menjalankan pelayannya. 

Sayangnya, Wesley memilih untuk membela diri dan meminta sang istri untuk bersikap hormat. “Jangan mencurigai saya, jangan menghujat saya, jangan memprovokasi saya. Jadilah pribadi yang dikenal dan dikasihi Tuhan dan juga saya,” tulis Wesley.

Namun konflik rumah tangganya tidak pernah semakin membaik. Molly akhirnya meninggalkan suaminya pada tahun 1771. Kisah ini akhirnya ditulis oleh Wesley dalam jurnalnya. “Saya tidak meninggalkannya, saya tidak memutuskannya, saya tidak akan meninggalkannya,” ungkapnya.

 

Baca Juga: 3 Pelajaran yang Bisa Kita Petik Soal Menjadi Istri yang Bijak dari Ester

 

Pernikahan Wesley berakhir begitu saja. Di satu sisi, tindakan Molly yang mencurigai suaminya memang salah. Tetapi Wesley juga tampaknya terlalu ambisius terhadap pelayanannya sehingga dia enggan untuk meyakinkan Molly bahwa kecurigaannya salah. Sebagai seorang suami, Wesley bahkan kerap bepergian dari rumah dan bisa dikatakan dia bukan tipikal pria yang betah tinggal di rumah.

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Namun bagaimanapun, setelah menikah ada tanggung jawab yang harus dipenuhi oleh masing-masing. Dengan kata lain, pernikahan itu tidak lagi berbicara tentang kepentingan istri atau suami semata tetapi kepentingan bersama.

Mungkin Wesley pernah gagal dalam pernikahan dan ada banyak dari kita yang juga masih gagal dalam menjalankan peran kita masing-masing dalam pernikahan. Namun kisah ini bisa menjadi pengingat bagi kita bahwa pernikahan juga merupakan pelayanan yang paling mendasar dalam hidup orang Kristen. Keluarga menjadi cerminan kasih Tuhan. Menjalankan peran sebagai suami, istri dan anak dengan baik adalah bentuk dari pelayanan.

 

Baca Juga: Saat Suami Tidak Sesuai Dengan Ekspektasi, Lakukan 3 Cara Ini Untuk Tetap Mengasihinya

 

Pelayanan bukan hanya berdiri di mimbar atau melayani di atas panggung gereja. Tetapi melayani suami, mengasihi istri dan memenuhi kebutuhan anak adalah pelayanan. 

Pernikahan itu adalah hal yang sangat penting bagi orang Kristen. Karena Tuhan merancangnya sekali seumur hidup kita. Untuk itu, mari benar-benar melibatkan Tuhan di tengah kehidupan pernikahan Anda. Ingat peran kita masing-masing melalui ayat di bawah ini.

“Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh...Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri.” (Efesus 5: 22-23, 28)

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
Tampilkan per Halaman

Ikuti Kami