Jadi Teladan Bagi Ibu-ibu, Inilah 9 Sosok Ibu yang Luar Biasa di Alkitab (Part 2)

Relationship / 6 May 2022

Jadi Teladan Bagi Ibu-ibu, Inilah 9 Sosok Ibu yang Luar Biasa di Alkitab (Part 2)

Claudia Jessica Official Writer
787

8. Elizabet: Ibu yang percaya pada mujizat

Elizabet menikah dengan seorang imam bernama Zakharia. Lukas 1 memberi tahu kita bahwa mereka adalah orang benar di hadapan Allah dan menjalankan semua perintah-Nya. Mereka sudah tua dan masih belum memiliki anak. Di zaman itu, orang yang tidak memiliki anak dinilai memiliki dosa yang menghalangi. Ini adalah hal yang sulit bagi Elizabet, terutama suaminya adalah seorang imam.

Ketika Zakharia melayani di bait suci, seorang malaikat Tuhan, Gabriel mendekatinya dan berkata, “Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes. Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu.” (Lukas 1: 13-14)

Zakharia masih bingung dan ragu dengan hal ini selama masa kehamilan Elizabet. Sementara Elizabet sangat gembira atas berkat ini dan berkata, “Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang. (Lukas 1: 25) Ketika tiba saatnya Elizabet melahirkan, dia menamainya Yohanes.

 

9. Maria: Ibu yang diberkati di antara wanita

Maria seorang perawan yang telah bertunangan dengan seorang pria. Malaikat Jibril menghampiri mereka dan berkata, “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.” (Lukas 1: 31)

Maria bertanya-tanya bagaimana ini bisa terjadi, dan malaikat itu berkata kepadanya, “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.” (Lukas 1: 35)

Maria menerima kata-kata ini dalam iman. Ketika dia mengunjungi sepupunya Elizabeth, Elizabeth menyatakan, “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.” (Lukas 1: 42) Maria percaya bahwa Tuhan akan memenuhi janji-Nya.

Seorang malaikat Tuhan juga mengunjungi Yusuf, yang menjelaskan tentang kehamilan Maria. Seperti yang kit abaca dlaam Matius 1, Yusuf mengambil Maria menjadi istrinya tetapi mereka tidak menyempurnakan pernikahan mereka sampai Maria melahirkan. . Maria dan Yusuf pergi ke Betlehem untuk sensus, dan dia melahirkan di lingkungan yang paling sederhana.

Maria menyimpan banyak hal di dalam hatinya saat dia membesarkan Yesus. Dia juga harus menanggung pengorbanan terbesar sepanjang masa; putranya adalah Putra Allah dan Dia telah datang untuk menyerahkan diri-Nya sebagai korban, satu-satunya pengorbanan yang bisa dibuat untuk manusia. Maria harus menyaksikan Yesus menderita, disiksa dan diejek, dan mati dengan kejam di kayu salib dengan penyaliban.

Yohanes 19 memberitahu, “Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena. Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: "Ibu, inilah, anakmu!" Kemudian kata-Nya kepada murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.” (25-27)

Bahkan ketika Dia sedang sekarat, Yesus merawat ibu-Nya dan memberinya seorang putra baru untuk mencintainya. Maria diberkati di antara para wanita, karena dia dipilih oleh Allah untuk melahirkan Putra-Nya dan membesarkan-Nya. Meskipun ada kematian, namun ada sukacita bagi Maria, karena putranya tidak tetap mati. Dia bangkit kembali dari kubur, mengamankan keabadian baginya dan semua orang yang percaya.

 

Sumber : crosswalk.com
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami