Jadi Teladan Bagi Ibu-ibu, Inilah 9 Sosok Ibu yang Luar Biasa di Alkitab (Part 1)

Relationship / 4 May 2022

Jadi Teladan Bagi Ibu-ibu, Inilah 9 Sosok Ibu yang Luar Biasa di Alkitab (Part 1)

Claudia Jessica Official Writer
871

Di zaman sekarang, banyak orang semakin ‘melek’ soal pentingnya ilmu parenting untuk mengasuh, mendidik, dan membesarkan anak. Mereka berharap metode pengasuhan ini dapat membentuk kepribadian anak dengan baik.

Kendati demikian, ada hal lain yang tidak kalah pentingnya dengan ilmu parenting, yaitu iman seorang ibu untuk diwariskan kepada anak-anaknya.

Sebagai orang percaya, hidup kita berpusat pada Kristus dan firman Tuhan adalah fondasi kita. Kualitas sebuah fondasi akan menentukan batasan seberapa kokoh atau seberapa tinggi seseorang dapat berdiri.

Seperti 10 sosok ibu luar biasa ini, mereka menaati panggilan Tuhan, dan melayani dengan banyak pengorbanan. Mereka membangun iman dalam kehidupan keluarga mereka.

Siapa saja 10 sosok ibu luar biasa ini dan apa saja yang dapat kita pelajari dari mereka?

 

1. Sarai: Menunggu dengan setia

Sarai dan Abraham sudah sangat tua dan mereka masih belum memiliki anak. Padahal dalam Kejadian 15:5 menceritakan bahwa Allah menjanjikan banyaknya keturunan kepada Abraham dan Sarai seperti bintang di langit yang tak terhitung jumlahnya. Namun Abraham dan Sarai tetap tidak memiliki anak selama bertahun-tahun.

Abraham dan Sarai menunggu selama 15 tahun sebelum Allah memperbarui janji-Nya, dan mereka masih menunggu lagi selama 10 tahun sebelum janji itu digenapi dan Sarai melahirkan seorang putra, Ishak.

Sarai mungkin tidak akan memenangkan penghargaan dalam hal menunggu, dia bahkan menertawakan saat Allah berjanji akan memberikan anak pada keduanya. Tapi janji Allah tidak bergantung pada iman Sarai, Allah memenuhi janji-Nya sesuai dengan rencana-Nya.

Bisakah Anda menunggu selama itu untuk sebuah berkat? Sarai mungkin menertawakan janji Allah itu, tetapi dia mencoba mempercayai-Nya hingga membuahkan hasil. Kemudian dia tertawa kegirangan atas apa yang dilakukan Allah.

 

2. Hagar: Bertahan dalam kesesakan

Hagar adalah budak Mesir sekaligus pelayan Sarai, istri Abraham. Dia tidak banyak bicara ketika Sarai memberikannya kepada Abraham. Kendati statusnya berubah menjadi istri Abraham, Hagar tetaplah menjadi nomor dua setelah Sarai.

Setelah Hagar hamil, ia memandang rendah Sarai dan terjadi keretakan dalam hubungan Sarai dan Hagar. Sarai mulai menindasnya hingga Hagar melarikan diri ke kampung halamannya. Namun di tengah perjalanan, Malaikat Tuhan menghampiri Hagar dan menyuruhnya kembali serta menjanjikan banyak keturunan melalui putranya, Ismael.

Kejadian 21 memberitahu kita Hagar dan Ismael dikirim ke padang gurun dan Hagar yakin bahwa keduanya akan mati. Tetapi Tuhan menunjukkan sebuah sumur, dan berkata “Bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar.” (Kej. 21: 18)

Hagar mengira kesengsaraannya akan berakhir, tetapi Tuhan kembali memanggilnya ke sana. Dia patuh dan Tuhan memberkati Hagar dan putranya seperti yang Dia janjikan.

 

3. Ribka: Kepercayaan

Ribka adalah seorang yang sangat beriman. Dia menaati Tuhan ketika hamba Ishak memberitahunya ada pria yang ingin menikahinya.

Kejadian 25 memberitahu kita ketika Ribka hamil, Tuhan mengatakan, “Dua bangsa ada dalam kandunganmu, dan dua suku bangsa akan berpencar dari dalam rahimmu; suku bangsa yang satu akan lebih kuat dari yang lain, dan anak yang tua akan menjadi hamba kepada anak yang muda.”

Pada masa itu, biasanya yang tua tidak akan pernah melayani yang lebih muda, dan putra sulung akan mewarisi segala yang terbaik.

Ketika Ishak semakin tua, ia meminta Esau, anak sulungnya untuk berburu dan menyiapkan makanan untuk nya agar dia bisa memberkatinya. Tetapi Ribka mendengarnya dan mengatakan kepada Yakub untuk menyiapkan makanan untuk Ishak terlebih dahulu. Yakub ragu untuk menipu ayahnya, tetapi Ribka mengatakan dalam Kejadian 27, “Akulah yang menanggung kutuk itu, anakku; dengarkan saja perkataanku, pergilah ambil kambing-kambing itu.” Pada saat itu Ribka mengingat dan menanggapi dengan serius tentang apa yang dikatakan Tuhan pada masa kehamilannya.

Ribka mempertaruhkan penipuan untuk mengikuti janji Tuhan karena dia percaya apa yang Tuhan katakan pada masa kehamilannya. Perlu dicatat bahwa TUHAN TIDAK MEMANGGIL RIBKA UNTUK MENIPU, tetapi Tuhan berdaulat atas pilihan baik atau buruk yang mungkin kita perbuat.

 

BACA HALAMAN SELANJUTNYA -->

Sumber : crosswalk.com
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami