Respon Kemenangan: Berpesta atau Mengucap Syukur?

Respon Kemenangan: Berpesta atau Mengucap Syukur?

Claudia Jessica Official Writer
      586

Mazmur 118: 24, 29

Inilah hari yang dijadikan TUHAN, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya! Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

 

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 122; 1 Korintus 11; 1 Samuel 10-11

Ketika Green Bay Packers mengalahkan New England Patriots di Super Bowl di New Orleans, jalan-jalan di French Quarter dipenuhi oleh penggemar yang merayakan kemenangan seakan berada di pesta. Sementara itu, para pemain yang memenangkan pertandingan justru berlutut di stadion untuk bersyukur kepada Tuhan. Dapatkah Anda melihat perbedaan yang mencolok antara mereka yang merayakan kemenangan dengan berpesta dan mengucap syukur?

Mazmur 118 mencatat perayaan kemenangan militer. Pemimpin yang menang membawa pasukannya ke Bait Allah, dan imam memanggil orang Israel untuk bersyukur kepada Tuhan (Mazmur 118:1-3).

Pemimpin tersebut berbicara kepada orang-orang, “Dalam kesesakan aku telah berseru kepada TUHAN. TUHAN telah menjawab aku dengan memberi kelegaan,” (118:5). Atas kemenangan ini, dia berseru, “Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada manusia. Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada para bangsawan” (118: 8-9). Ia juga berkata, “Tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan, tangan kanan TUHAN berkuasa meninggikan, tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan!” (118: 15-16).

Tidak semua orang dapat memenangkan suatu kompetisi seperti yang dilakukan oleh para atlet Green Bay Packers yang memenangkan pertandingan mereka. Tetapi semua orang dapat memenangkan kemenangan kecil dalam hidup mereka. Mereka dapat merespon kemenangan tersebut dengan cara yang mereka pilih seperti berpesta dan memegahkan diri, atau justru mengucap syukur pada Tuhan.

 

Hak cipta TellingTheTruth, disadurkan dari crosswalk.com.

Ikuti Kami