Pernikahan yang Sulit Bikin Gangguan Mental? Waspadai Dua Gejala Berikut…

Marriage / 29 April 2022

Kalangan Sendiri

Pernikahan yang Sulit Bikin Gangguan Mental? Waspadai Dua Gejala Berikut…

Lori Official Writer
1055

Sebagian orang berpikir bahwa menikah adalah jalan menuju kebahagiaan. Sayangnya, Dr. Prakriti Saxena Poddar, Founder dari Mind Over Image menyampaikan bahwa pernikahan tidak selalu memenuhi harapan sebagai jalan untuk bahagia, mendapatkan kasih sayang dan keharmonisan.

Tetapi sama seperti keputusan yang berdampak pada kehidupan lain, pernikahan bisa menjadi hal yang menyenangkan, menantang bahkan bisa menyerang mental. 

Hal ini dialami sendiri oleh aktor Frans Nicholas yang sempat putus asa dan hampir bunuh diri karena pernikahannya yang bermasalah. Putus asa hingga muncul dorongan bunuh diri adalah ciri-ciri dari gangguan mental. 

Apakah Anda sedang menghadapi persoalan pernikahan saat ini? Waspadalah terhadap 2 gejala gangguan mental ini diantaranya:

Gejala Fisik 

Biasanya seseorang yang mengalami gangguan mental akan mulai diserang rasa lelah, lesu, lemah dan kehilangan nafsu makan. Kondisi ini akan dibarengi dengan penurunan berat badan dan pola tidur yang terganggu.

Gangguan fisik lainnya adalah nyeri otot dan gangguan pencernaan. Jantung berdebar, otot kaku dan dihantui rasa cemas.

 

Gejala Emosional

Gangguan mental juga akan menyerang kondisi emosional, diantaranya seseorang akan menghadapi kesulitan dalam menanggapi rangsangan positif. Biasanya ciri ini ditandai dengan kondisi depresi karena kondisi pernikahan yang menyebabkan kehilangan motivasi.

Ciri lainnya juga ditandai oleh perasaan sedih, kosong, pesimis, atau putus asa yang terus-menerus disertai dengan kepanikan, kemarahan, kegelisahan dan lekas marah yang tidak terkendali.

 

Apa yang Menyebabkan Gangguan Mental Dalam Pernikahan?

Menurut ahli kesehatan mental, faktor penyebab gangguan mental pada pasangan menikah bisa terjadi karena tekanan dan keintiman yang semakin memudar.

“Kurangnya konsensus atau komunikasi dengan pasangan Anda, mendominasi sebagian besar waktu, hidup dengan pasangan yang kasar atau terpisah secara emosional adalah beberapa faktor utama yang dapat membuat Anda tertekan dalam pernikahan. Pasangan yang selingkuh, kurangnya keintiman fisik dengan pasangan Anda, stress yang disebabkan oleh perbedaan pendapat tentang masalah seperti pengasuhan anak, dan campur tangan dalam pernikahan oleh pihak ketiga, misalnya mertua atau teman juga dapat berdampak negatif pada kesehatan mental Anda,” ungkap Dr. Poddar.

 

Apa yang Perlu Anda Perbaiki Lebih Dulu?

Apakah Anda mendapati diri Anda sedang mengalami salah satu atau hampir semua dari ciri-ciri gangguan mental di atas? Jika Anda sudah menyadari kondisi Anda, waktunya untuk mencari solusi untuk menyelesaikan gangguan tersebut.

Hal pertama yang bisa Anda lakukan adalah dengan mengkomunikasikan kondisi Anda secara terbuka dengan pasangan. Rencanakan satu waktu untuk duduk bersama dan meminta pasangan untuk mau mendengarkan persoalan apa yang sedang Anda hadapi. Sepakati apa yang harus kalian lakukan untuk mengatasi kondisi ini.

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami