Cara Mengendalikan Kemarahan Agar Tidak Menimbulkan Masalah

Kata Alkitab / 26 April 2022

Kalangan Sendiri

Cara Mengendalikan Kemarahan Agar Tidak Menimbulkan Masalah

Marolop Simatupang, A.Md.Th Contributor
919

Banyak orang mudah naik darah dan bertemperamen panas, gampang marah. Ada yang beralasan karena sudah sifatnya seperti itu, tak bisa dirubah. Marah adalah salah satu dari sifat emosional manusia. Lumrah bila manusia marah. Namun menjadi malapetaka bila kemarahan tak bisa dikekang. Kemarahan semacam ini bisa menggelembung dan berpusar tak terkendali. Orang yang membiarkan dirinya dikuasai oleh kemarahan bisa menimbulkan masalah bagi diri sendiri dan orang lain.

Di rumah, anggota keluarga yang tak bisa mengendalikan emosi bisa menciptakan lingkaran setan bagi keluarga. Anak-anak yang dilahirkan dan dibesarkan di rumah semacam ini jadi diperbudak dalam pemikiran salah kaprah bahwa kemarahan tak terkendali adalah perilaku yang dapat diterima. Mungkin orang yang tak bisa mengekang kemarahan merasa puas karena perilakunya bisa memberikan apa yang dia inginkan, walaupun hanya sementara. Juga merasa puas karena bisa menumpahkan seluruh emosinya dengan cara yang destruktif.

 

Kemarahan Itu Perbuatan Daging

Menurut Kitab Suci, “amarah” adalah “perbuatan daging” (Gal. 5:19-21), yang dikelompokkan bersama “percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora, dan sebagainya ....”

Semua “perbuatan daging” adalah dosa. Bila dibiarkan, akan menghasilkan maut. Namun pemahaman sebagian orang tentang kemarahan, yang ditempatkan dalam kategori yang sama dengan pembunuhan, penyembahan berhala, dan sebagainya, adalah dosa tidak jelas, abu-abu. Kadang pemahaman kemarahan adalah dosa atau tidak, diserahkan pada penentuan masing-masing.

Ada yang membuat kategori kemarahan dosa dan tidak dosa, mirip-mirip bohong putih dan bohong hitam. Tetapi kita yang percaya pada Kristus dengan sepenuh hati tahu bahwa dengan nama apa pun disebut, dosa tetaplah dosa di dalam Buku Ilahi. Penting Melatih

Pengendalian Diri

Kita tahu bahwa kita bertanggung-jawab pada perilaku hidup kita masing-masing. Artinya kitalah yang pertama kali yang semestinya mengendalikan emosi kita. Adalah tidak elok bila kita bisanya hanya menyalahkan orang lain ketika kita naik darah, emosi meledak. Bagaimana pun kesal atau jengkelnya hati karena ulah orang lain, kitalah yang bertanggung-jawab pada emosi kita dan belajar mengendalikannya.

Peperangan rohani dimainkan di panggung teater kehidupan sehari-hari di mana kata-kata dan tindakan mencerminkan karakter yang sesungguhnya. Setiap kali kita terlalu emosional akan sesuatu hal, setiap kali kita menyerah pada ledakan kemarahan, kita mengalami satu lagi kegagalan pertempuran rohani.

Contohnya, ketika kita marah, otak kita macet dan mulut terbuka. Kata-kata menyakitkan berhamburan dari lidah kita. Penulis Kitab Yakobus mengatakan, lidah sesuatu “yang buas, yang tak terkuasai dan penuh racun yang mematikan. Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah, dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi” (Yakobus 3:8-10).

Mestinya dari mulut kita yang keluar adalah berkat, kata-kata yang menyejukkan. Untuk itulah kita perlu belajar mengendalikan organ tubuh “yang tak terkuasai” itu agar tidak mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan. Dan pada saat yang sama kita pun belajar mengendalikan emosi kita. Kemarahan yang dikendalikan akan berdampak positif luar biasa pada diri sendiri dan orang lain. Tidak ada lagi kata-kata menyakitkan meluncur dari lidah kita. Tak ada lagi perkakas dapur beterbangan dari tangan. Kemarahan yang dikekang bisa mengurangi kerugian moril dan materiil.

Belajarlah mengendalikan emosi kemarahan, dan lebih efektiflah mencegahnya agar tidak menggelembung dan berpusar tak terkendali. Kekanglah kemarahanmu!

 

Marolop Simatupang, A.Md.Th

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami