3 Manfaat Lakukan Retret Rohani Singkat Bagi Orang Percaya

Kata Alkitab / 25 April 2022

3 Manfaat Lakukan Retret Rohani Singkat Bagi Orang Percaya

Lori Official Writer
791

Jika ditarik dari kisah Alkitab, istilah retret sebenarnya sudah ada sejak zaman Yesus. 

Kita bisa membaca kisah ketika Yesus mengasingkan diri ke tempat yang sunyi, sementara murid-murid-Nya setia mengikuti Dia. Dia menghabiskan waktu dalam kesendirian dan keheningan untuk memakai waktu itu berdoa dan mencari wajah Bapa.

“Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.” (Markus 1: 35)

“Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa.” (Lukas 5: 16)

Di masa-masa retret ini, Yesus bahkan memilih tempat-tempat terpencil dimana Dia bisa berkomunikasi dengan Bapa. Tempat-tempat ini termasuk di:

- Lereng gunung; “Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.” (Matius 14: 23)

- Padang gurun; “Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis.” (Matius 4: 1)

- Taman Getsemani; “Lalu pergilah Yesus ke luar kota dan sebagaimana biasa Ia menuju Bukit Zaitun. Murid-murid-Nya juga mengikuti Dia.” (Lukas 22: 39)

Yesus juga memilih waktu-waktu yang sangat khusus untuk melakukan retret yaitu di pagi, sore dan malam hari.

Yesus, yang sepenuhnya Allah dan sepenuhnya manusia, membutuhkan waktu istirahat untuk mendapatkan kesegaran. Barangkali Anda akan terkejut mendengar hal ini, tetapi Yesus benar-benar mengambil waktu retret untuk tujuan ilahi. 

“Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!” (Markus 6: 31) 

Orang-orang Kristen tentunya mendasarkan retret rohani atau camp Alkitab yang banyak dilakukan di masa-masa ini lewat cerita Yesus. 

Berikut 3 manfaat retret singkat yang bisa kita petik dari pengalaman Yesus.

1. Memulihkan diri 

Retret singkat bermanfaat untuk memulihkan diri kita dari rasa lelah baik secara fisik maupun emosional. Jika merujuk pada kehidupan sibuk di masa ini, retret singkat bisa menjadi momen bagi Anda untuk mengalihkan diri dari segala bentuk gangguan seperti telepon, media, pekerjaan, keluarga, tuntutan hidup dan sebagainya.

Kesendirian memaksa Anda untuk fokus hanya kepada diri Anda dan pemulihan fisik dan emosional dengan menikmati alam ciptaan Tuhan di tempat retret yang masih baru bagi Anda.

Jika Anda melakukan retret bersama sekelompok orang dari komunitas gereja, kalian bisa memanfaatkan momen tersebut untuk menggali Alkitab dan tenggelam dalam hubungan yang intim dengan Tuhan.

Namun jika Anda memutuskan untuk retret sendiri, ini adalah kesempatan Anda untuk lebih dekat dengan hati Tuhan, membaca renungan atau buku-buku rohani, berdoa, merenung dan memuji Tuhan. Ini juga menjadi kesempatan bagi Anda untuk melepaskan segala beban pikiran Anda dan memulihkan kembali kondisi fisik dan emosional Anda.

 

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami