7 Fakta yang Perlu Orang Kristen Tahu Soal Bahasa Roh

Kata Alkitab / 4 April 2022

Kalangan Sendiri

7 Fakta yang Perlu Orang Kristen Tahu Soal Bahasa Roh

Lori Official Writer
3714

Karunia berbahasa lidah atau berbahasa roh pertama kali terjadi di Hari Pentakosta, seperti dikisahkan dalam Kisah Para Rasul 2: 1-4. 

Di 1 Korintus 12: 10 dikatakan bahwa bahasa roh merupakan satu karunia. “Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh…” Tetapi ayat ini dilanjutkan dengan penjelasan bahwa bahasa roh tersebut harusnya bisa dimengerti oleh orang yang mendengarnya. Karena itu ada juga orang yang dikaruniakan untuk menafsirkan bahasa roh tersebut. “…dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu.” (1 Korintus 12: 10b)

Meski begitu, faktanya bahasa roh masih jadi kontroversi di lingkungan gereja. Untuk lebih memahami karunia ini secara alkitabiah, mari pelajari 7 fakta di bawah ini lebih dulu.

 

Fakta 1: Karunia bahasa lidah atau bahasa roh merupakan bahasa manusia.

“Ada banyak--entah berapa banyak--macam bahasa di dunia; sekalipun demikian tidak ada satupun di antaranya yang mempunyai bunyi yang tidak berarti. Tetapi jika aku tidak mengetahui arti bahasa itu, aku menjadi orang asing bagi dia yang mempergunakannya dan dia orang asing bagiku.” (1 Korintus 14: 10-11)

Dari ayat ini Paulus menegaskan bahwa bahasa roh berasal dari bahasa manusia. Meski begitu beberapa orang tegas mengatakan jika bahasa roh dalam Kisah Para Rasul 2 bukanlah bahasa manusia. 

 

Baca Juga: Bahasa Roh, Berasal Dari Allah Atau Rekaan Manusia?

 

Benarkah demikian? Karunia bahasa roh sebenarnya digerakkan oleh roh kudus dan mengalir begitu saja. Sehingga saat bahasa ini diucapkan, dia yang berbahasa roh mengucapkan kata-kata berbeda, yang sebenarnya berasal dari bahasa manusia yang lain.

Hal ini secara terang disampaikan di dalam Kisah Para Rasul 2: 7-11.

“Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: "Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea? Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita: kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma, baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah."

Namun Allah sendiri juga menyampaikan bahwa ada orang lain yang juga diberikan karunia menafsirkan bahasa roh tersebut. Karunia penafsiran itu diberikan kepada orang-orang tidak percaya yang hadir di Hari Pentakosta. 

 

Fakta 2: Bahasa roh merupakan dialek surgawi

Karunia bahasa lidah atau roh adalah kemampuan yang diilhami oleh roh kudus sebagai jembatan doa dan pujian kepada Allah dengan menggunakan dialek surgawi. 

Roh Kudus sendiri bisa menciptakan bahasa khusus atau unik yang memungkinkan orang-orang percaya berbicara kepada Allah melalui doa, pujian dan ucapan syukur.

 

Baca Juga: Apakah Setiap Orang Percaya Harus Berbahasa Roh?

 

Berbeda dengan peristiwa di Hari Pentakosta, bahasa roh yang biasanya dialami oleh percaya saat berdoa dan memuji Tuhan tidak ditemukan dalam bahasa manusia manapun. Sehingga ucapan-ucapan itu hanya dipahami oleh Allah Tritunggal yaitu Bapa, Anak dan Roh Kudus (kecuali Allah sendiri menyediakan orang khusus yang bisa menafsirkannya).

 

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Sumber : Crosswalk.com | Jawaban.com
Halaman :
123Tampilkan Semua

Ikuti Kami