Kenapa Rasul Paulus Selalu Mengawali Suratnya Dengan ‘Kasih Karunia dan Damai Sejahtera’

Kata Alkitab / 2 April 2022

Kenapa Rasul Paulus Selalu Mengawali Suratnya Dengan ‘Kasih Karunia dan Damai Sejahtera’

Lori Official Writer
682

Jika Anda membaca setiap surat kiriman Rasul Paulus, Anda akan menemukan satu hal yang unik. Yaitu dia selalu mengawali dengan sapaan ‘kasih karunia dan damai sejahtera’ kepada orang yang akan mendengarkan suratnya.

Rasul Paulus tidak pernah menggunakan kata kerja. Meski begitu dia memiliki maksud seperti yang disampaikan oleh Rasul Petrus di setiap surat-suratnya, “Semoga kasih karunia dan damai sejahtera dilimpahkan bagimu”. 

Setidaknya ada 7 makna yang bisa kita gali dari kata ‘kasih karunia dan damai sejahtera’.

1. Kasih karunia dan damai sejahtera kebutuhan terpenting bagi umat Tuhan

Paulus menyadari bahwa kasih karunia dan damai sejahtera menjadi kebutuhan terpenting umat Tuhan.

Dia menyampaikan hal tersebut supaya orang-orang percaya semakin berkelimpahan dengan kasih dan damai sejahtera. 

Damai sejahtera ini mewakili kesejahteraan yang berasal dari Tuhan. 

 

2. Setiap orang memiliki porsi kasih karunia dan damai sejahtera yang berbeda

Saat Petrus berkata ‘melimpahi’ (2 Petrus 1: 2), itu artinya supaya setiap orang ditambahkan kasih karunia dan damai sejahtera yang lebih besar. 

Dalam kehidupan, orang percaya tidak terlepas dari pasang surut kehidupan. Kehidupan rohani juga mengalami dinamika, bisa kadang berapi-api dan kadang surut. Karena itulah sapaan Paulus mengandung doa dan harapan terbaik. 

 

3. Sapaan Paulus merupakan bentuk doa

Seperti yang sudah disinggung di atas, sapaan ‘kasih karunia dan damai sejahtera’ Rasul Paulus jika disederhanakan merupakan sebuah doa. 

“Aku berdoa supaya kamu sekalian mengalami kasih karunia dan damai sejahtera.” 

Paulus berharap semua jemaat yang membaca surat tersebut dilimpahi bukan saja kasih karunia dan damai sejahtera dalam ukuran kecil, tetapi dalam ukuran yang besar.

 

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

4. Kasih karunia dan damai sejahtera sumbernya dari Tuhan

Sumber dari semua kasih karunia dan damai sejahtera adalah Tuhan. Kita adalah penatalayan dari kasih karunia Tuhan (1 Petrus 4: 10). 

Dia menganugerahkan kasih karunia kepada orang-orang yang rendah hati (1 Petrus 5: 5). Sedangkan damai sejahtera adalah buah dari Roh Kudus (Galatia 5: 22). 

Jadi Rasul Paulus secara tidak langsung meminta kepada Tuhan untuk memberkati jemaat Tuhan yang ia tuju dengan kasih karunia dan damai sejahtera yang melimpah.

 

5. Tuhan menganugerahkan kasih karunia dan damai sejahtera bagi orang-orang yang rendah hatinya

1 Petrus 5: 5 berkata, “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.”

Tuhan menanggapi kerendahan hati dengan menganugerahkan lebih banyak kasih karunia. Kerendahan hati menjadi syarat utama untuk menerima berkat ini.

 

6. Kasih karunia dan damai sejahtera hanya akan dialami oleh orang-orang yang meminta dengan iman

Sama halnya seperti saat kita berdoa. Kita akan mendapatkan sesuatu yang kita doakan jika kita berdoa dengan iman. 

Jadi ketika Paulus menyampaikan doa tersebut, dia berharap jemaat yang membaca surat ini menerima dan mengamininya dengan iman. Sehingga dia berharap hal itu akan mereka alami secara pribadi.

 

7. Kasih karunia dan damai sejahtera meninggalkan pengetahuan akan Allah

Pelayanan Tuhan akan berkembang ketika kita dipenuhi oleh kasih karunia dan damai sejahtera. Karena dua hal ini akan membuat orang-orang percaya semakin mengenal Tuhan lebih dalam (2 Petrus 1: 2). 

Melalui kasih karunia, Rasul Paulus berharap jemaat gereja bisa mengalami pengetahuan akan Allah dan menjadikan hal tersebut sebagai api untuk menjalankan pelayanannya.

Sumber : Desiringgod.org
Halaman :
Tampilkan per Halaman

Ikuti Kami