Fakta Alkitab: Yesus Disunat, Haruskah Orang Kristen Disunat Juga?

Fakta Alkitab / 29 March 2022

Fakta Alkitab: Yesus Disunat, Haruskah Orang Kristen Disunat Juga?

Claudia Jessica Official Writer
528

Sunat merupakan sebuah istilah yang sudah tidak asing lagi di telinga. Sunat adalah proses pelepasan kulup atau kulit yang menyelubungi ujung penis pada laki-laki. Sunat identik dengan kesehatan, namun Alkitab menunjukan maksud dari sunat ialah untuk tujuan rohani atau terkait keagamaan. Sunat sendiri menjadi bagian dalam sejarah perjalanan bangsa Israel.

Apa makna sunat? Lalu perlukah orang Kristen di sunat?

 

Sejarah Sunat dalam Alkitab

Catatan sejarah terawal tentang sunat berasal dari Mesir, dalam bentuk gambar sunat orang dewasa yang diukir di makam Ankh-Mahor di Saqqara, sekitar 2400-2300 SM. Sunat yang dilakukan orang Mesir mungkin alasan kesehatan, tetapi sunat juga merupakan bagian dari obsesi mereka terhadap kemurnian dan dikaitkan dengan pengembangan spiritual dan intelektual (Bandingkan Yeremia 9:25-26).

Kejadian 17:10 adalah bagian paling pertama dalam Alkitab yang menulis perihal sunat. Abraham adalah manusia pertama yang diperintahkan Allah untuk disunat. Hal ini tidak berarti bahwa sunat belum ada sebelum Abraham, sebab berbagai budaya atau bangsa di zaman sebelum Abraham sudah mempraktekan sunat.

Sunat begitu menonjol dalam kejadian Pasal 17, yang menjelaskan mengenai sunat Abraham, kerabat dan hamba-hambanya. Dalam pasal yang sama, keturunan Abraham diperintahkan untuk menyunat anak-anak mereka pada hari kedelapan. Banyak generasi setelahnya, seperti Musa yang dibesarkan oleh elit Mesir, yang dimana sunat sudah tidak asing baginya.

Kejadian 17:14, Kel 4:24, 26 adalah bagian Alkitab dalam Perjanjian Lama yang mengatakan bahwa hukuman akan menimpa orang yang tidak disunat.

 

Sunat Tanda Perjanjian

Di masa awal mula Allah memberikan firman-Nya kepada Bangsa Israel, sunat merupakan bentuk ketaatan pada Allah. Abraham dipanggil untuk menjadi umat pilihan Allah. Ia dan keturunannya dijanjikan akan menjadi umat perjanjian-Nya.

Sebagai tanda perjanjian maka Allah memerintah sunat bagi Abraham dan keturunannya hingga orang-orang yang bersama dengannya, baik itu budak atau pun orang asing yang bergabung dengannya diwajibkan untuk disunat. Sunat atau dengan kata lain dikerat kulit khatannya merupakan bentuk pengudusan diri kepada Allah, yang juga sebagai tanda bahwa merekalah pilihan dan kepunyaan Allah. Dengan demikian sunat menjadi tanda perjanjian Allah dengan umat-Nya.

Prinsip kasih dalam Alkitab yang berupa karunia keselamatan membuat Allah menghendaki bangsa pilihan-Nya untuk disunat. Ini adalah ikatan yang harus dilakukan anak laki-laki dalam memasuki usia tertentu. Sunat menjadi dasar dari sebuah kewajiban pada masanya dan menjadi suatu keharusan yang dijalankan oleh Bangsa Israel.

Selain itu sunat menjadi tanda seseorang telah menerima Allah dan menjadi janji keselamatan dalam Alkitab. Hal inilah yang membedakan bangsa pilihan Allah dengan yang bukan, dan juga menjadi penentu iman seseorang kepada Allah pada masa Perjanjian Lama.

 

Perlukah orang Kristen di Sunat?

 

BACA HALAMAN SELANJUTNYA -->

Sumber : jawaban channel
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami