Rindu Jadi Pemimpin Teladan, Yuk Belajar dari Nehemia

Kata Alkitab / 25 March 2022

Kalangan Sendiri

Rindu Jadi Pemimpin Teladan, Yuk Belajar dari Nehemia

Lori Official Writer
8997

Sudah menjadi lazim ketika kita melewati masa-masa Pilpres atau Pilkada, kita akan cenderung apatis. Dalam artian, nggak mau tau siapa pemimpin berikutnya atau siapa yang harus kita pilih. Akibatnya, pilihan yang kita buat secara asal-asalan itu pun berujung petaka. Dunia saat ini sedang dalam kondisi krisis kepemimpinan! Apakah kita benar-benar nggak punya pemimpin yang baik sama sekali? Jawabannya ‘ada’ yaitu Allah sendiri.

Allah adalah pemimpin utama dan sosok yang menghasilkan pemimpin. Bahkan Alkitab sendiri mengatakan bahwa tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah (Roma 13: 1). Itu artinya kepemimpinan berasal dari Tuhan dan kepemimpinan yang saleh adalah hadiah yang Dia berikan.

Karena itu, kalau kita ingin memperbaiki krisis kepemimpinan di gereja-gereja, sekolah, rumah, dan bangsa kita, kita harus memulainya dengan Allah. Dia adalah pemberi kuasa dan kepemimpinan. Dia juga adalah sosok yang menghantarkan mereka pada posisi itu. Karena itulah, cara utama kita belajar kepemimpinan adalah dengan mempelajari Firman Allah.

 

Baca Juga: 

Belajar Leadership Dari Nehemia, Ini Lho 4 Karakter yang Harus Anda Miliki

 

Nehemia, Pengingat Untuk Selalu Berdiri Teguh dan Bertekun Dalam Doa

 

2 Timotius 3: 17 berkata bahwa setiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik. Berdasarkan Alkitab, kepemimpinan diartikan sebagai tindakan melakukan perbuatan baik yang lebih dari cukup untuk membekali kita.

Jika ingin belajar tentang ibadah, belajarlah dari Daud lewat Mazmurnya. Jika ingin belajar tentang kebijaksanaan, belajarlah dari Amsal. Tapi darimana kita bisa belajar kepemimpinan? Jawabanya adalah belajarlah dari Nehemia.

Nehemia, yang dikenal sebagai juru minum raja Persia, membujuk raja untuk mendukung dia membangun kembali tembok Yerusalem, kota asalnya (Nehemia 2:5). Dia juga mendorong supaya orang-orang Israel ikut membangun kembali reruntuhan yang sudah ditinggalkan selama lebih dari 140 tahun lamanya (diperkirakan rentang antara 586 SM-445 SM).

Pada saat itu, Nehemia memimpin proyek pembangunan tembok Yerusalem itu meskipun mereka dalam ancaman serangan serius dari pihak musuh. Tapi lewat kepemimpinannya meyakinkan orang Israel supaya terus bekerja dan tak gentar, mereka bisa menyelesaikan proyek itu hanya dalam waktu lima puluh dua hari saja (Nehemia 4 : 20-23).

 

Baca Juga:

Penglihatan Seorang Pemimpin

 

Mengikuti Keberhasilan Nehemia ‘Fokus Menggantungkan Tujuannya di Dalam Tuhan’

 

Kepemimpinan Nehemia lewat keberhasilannya membangun tembok tidak menghentikannya menjadi sosok pemimpin yang terus diangkat Tuhan. Nehemia menunjukkan kerendahan hati dan kebijaksanaannya selama memerintah sebagai kepala daerah di Yerusalem. Dengan bantuan dari Imam besar Ezra dan orang-orang Lewi, dia berhasil membuat kebangunan rohani bagi bangsa Israel.

"8: 9 Lalu Nehemia, yakni kepala daerah itu, dan imam Ezra, ahli kitab itu, dan orang-orang Lewi yang mengajar orang-orang itu, berkata kepada mereka semuanya: "Hari ini adalah kudus bagi TUHAN Allahmu. Jangan kamu berdukacita dan menangis!", karena semua orang itu menangis ketika mendengar kalimat-kalimat Taurat itu.

8:10 Lalu berkatalah ia kepada mereka: "Pergilah kamu, makanlah sedap-sedapan dan minumlah minuman manis dan kirimlah sebagian kepada mereka yang tidak sedia apa-apa, karena hari ini adalah kudus bagi Tuhan kita! Jangan kamu bersusah hati, sebab sukacita karena TUHAN itulah perlindunganmu!"

8:11 Juga orang-orang Lewi menyuruh semua orang itu supaya diam dengan kata-kata: "Tenanglah! Hari ini adalah kudus. Jangan kamu bersusah hati!"

8:12 Maka pergilah semua orang itu untuk makan dan minum, untuk membagi-bagi makanan dan berpesta ria, karena mereka mengerti segala firman yang diberitahukan kepada mereka.

8:13 Pada hari yang kedua kepala-kepala kaum keluarga seluruh bangsa, juga para imam dan orang-orang Lewi berkumpul pada Ezra, ahli hukum Taurat itu, untuk menelaah kalimat-kalimat Taurat itu.

8:14 Maka didapatinya tertulis dalam hukum yang diberikan TUHAN dengan perantaraan Musa, bahwa orang Israel harus tinggal dalam pondok-pondok pada hari raya bulan yang ketujuh,

8:15 dan bahwa di semua kota mereka dan di Yerusalem harus disampaikan berita dan pengumuman yang berbunyi: "Pergilah ke gunung, ambillah daun pohon zaitun, daun pohon minyak, daun pohon murad, daun pohon korma dan daun dari pohon-pohon yang rimbun guna membuat pondok-pondok sebagaimana tertulis."

8:16 Maka pergilah orang mengambil daun-daun itu, lalu membuat pondok-pondok, masing-masing di atas atap rumahnya, di pekarangan mereka, juga di pelataran-pelataran rumah Allah, di lapangan pintu gerbang Air dan di lapangan pintu gerbang Efraim.

8:17 Seluruh jemaah yang pulang dari pembuangan itu membuat pondok-pondok dan tinggal di situ. Memang sejak zaman Yosua bin Nun sampai hari itu orang Israel tidak pernah berbuat demikian. Maka diadakanlah pesta ria yang amat besar.

8:18 Bagian-bagian kitab Taurat Allah itu dibacakan tiap hari, dari hari pertama sampai hari terakhir. Tujuh hari lamanya mereka merayakan hari raya itu dan pada hari yang kedelapan ada pertemuan raya sesuai dengan peraturan." (Nehemia 8:9-18)

Kitab Nehemia adalah narasi besar tentang kepemimpinan yang saleh dan penuh teladan. Mari mulai belajar tentang kepemimpinan dari Nehemia dan semoga Tuhan memakai kita untuk menjadi jawaban atas krisis kepemimpinan yang terjadi di tengah masyarakat kita saat ini. 

Sumber : Bible.org | Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami